2 Ton Ikan Tuna Aceh Diekspor ke Jepang

2 Ton Ikan Tuna Aceh Diekspor ke Jepang
2 Ton Ikan Tuna Aceh Diekspor ke Jepang.(Istimewa)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Aceh kembali mengekspor produk olahan ikan berupa tuna beku (frozen tuna) dalam bentuk irisan atau potongan tipis (slice) sebanyak dua ton (2000 kilogram) ke Jepang, Kamis (3/6/2021).

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Aceh, Diky Agung Setiawan mengungkapkan, pengekspor produk tuna tersebut yakni PT Yakin Pasifik Tuna.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, produk tuna tersebut telah terlebih dulu diuji kelayakannya di laboratorium milik SKIPM Aceh. Bahkan, petugas kerap mendatangi pelaku usaha untuk memantau langsung proses yang dikerjakan.

"Dua bulan sekali kita datangi pelaku usaha untuk monitoring prosesnya dan Alhamdulillah kualitas produk mereka sangat baik, mutunya sudah memenuhi syarat hingga layak disertifikasi dan diterima oleh pasar di Jepang," kata Diky.

Ia mengaku, hingga saat ini permintaan produk perikanan Aceh di Jepang sangat besar. Akan tetapi, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah dari kualitas hasil tangkapan ikan di Aceh saat ini.

"Sebenarnya produk ini diminta sudah sejak Maret lalu, karena ada kendala-kendala non teknis baru terkirim saat ini. Sebelumnya kita sudah ekspor juga delapan ton untuk produk tuna juga tapi melalui Pelabuhan Belawan, Insya Allah minggu depan akan kita kirim lagi," jelasnya.

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kata Diky, jumlah pengiriman ikan ke luar negeri sebanyak dua ton ini adalah jumlah terbesar saat ini. 

Diky juga memaparkan, kondisi lalu lintas perikanan Aceh pada tahun 2021 ini mengalami sedikit penurunan, terutama lalu lintas perikanan domestik, dibandingkan tahun sebelumnya karena tangkapan ikan di Aceh yang kurang akibat cuaca buruk.

"Selama bulan satu hingga empat (Januari-Maret) kekurangan ikan, itu dikarenakan angin jadi kurang nelayan kita melaut. Tetapi Alhamdulillah sejak bulan lima (Mei) sudah mulai banyak kembali," ungkapnya lagi.

Untuk diketahui, produk ikan tuna beku (frozen tuna) ini adalah produk hasil perikanan Aceh yang saat ini banyak dikirim keluar negeri seperti Jepang, Brunei Darussalam dan lain-lain.

Sebenarnya, lanjut Diky, banyak hasil perikanan lain yang layak dikirimkan. Namun karena para pelaku usaha mungkin belum memiliki akses langsung untuk keluar negeri untuk produk lain selain tuna, akhirnya memilih mengirimkan produknya secara domestik di Indonesia.

"Ada juga produk lobster tetapi itu mekanismenya ke domestik dulu, Jakarta, nanti baru pengusaha di Jakarta yang kirimkan ke luar negeri, mungkin pengusaha kita belum memiliki akses buyer (pembeli) di negara tujuan makanya domestik dulu," tambahnya.

Pantauan di lokasi, Kepala SKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan menyerahkan langsung hasil sertifikasi produk perikanan yang akan diberangkatkan ke Jepang tersebut kepada pelaku usaha dari PT Yakin Pasifik Tuna. 

Dalam kegiatan itu turut hadir Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Kepala DKP Aceh, Aliman, Kabid Ekspor Impor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Wira serta sejumlah pihak lainnya.

Produk hasil perikanan Aceh berupa tuna beku (frozen tuna) berbentuk irisan ini diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia sore ini sekitar pukul 15.30 WIB dari Banda Aceh dan akan tiba di Haneda, Jepang besok pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat.