116 Nelayan Aceh Masih Terkatung-katung di India dan Thailand

116 Nelayan Aceh Masih Terkatung-katung di India dan Thailand
Ilustrasi Nelayan, foto Net

Banda Aceh, Acehbisnis.com - Sejak lima bulan lalu, sebanyak 116 orang nelayan Aceh ditahan di berbagai negara tetangga seperti Thailand, India dan Myanmar. Sejak pertama kali ditahan, kabar para nelayan ini pun tak pernah terdengar.

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan, sebanyak 62 nelayan ditahan di Thailand, 53 di Andaman India dan satu orang di Myanmar. Hingga kini mereka pun memiliki kepastian hukum.

Sejauh ini, kata Miftach keluarga para nelayan banyak yang datang kepada dirinya untuk mempertanyakan keadaan dan kondisi mereka karena sudah lima bulan nelayan itu tidak pernah berkomunikasi dengan anggota keluarganya.

“Kami sangat membutuhkan informasi tentang keadaan mereka, karena setiap hari keluarganya menghubungi kami dan menanyakan kondisi orangtua dan suami mereka yang ditahan di Andaman India dan Thailand tersebut,” ujarnya, Kamis (28/5/2020).

Para nelayan ini rata-rata ditangkap sejak September 2019 hingga Maret 2020 dengan menggunakan 9 kapal. Empat diantaranya ditangkap di India, 3 kapal di Thailand dan lainnya di Myanmar.

Miftach berharap, pemerintah pusat dapat melakukan advokasi kepada mereka. Sebab, Menurut Miftach, rata-rata mereka terdampar di negara tersebut karena mati mesin kapal.

“Kita minta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar dapat mengadvokasi mereka yang berada di luar negri tersebut,” katanya.

Kapal yang ditangkap oleh aparat di India adalah KM Mata Ranjau yang memiliki ABK 3 orang, KM Athiya 3 ABK, KM Selat Malaka 59 ABK, KM BSK 45 dengan jumlah 28 ABK.

Lalu di Thailand adalah KM Perkasa Mahera 30 ABK, KM Voltus 3 ABK dan KM TSB dengan jumlah ABK 29. Sementara di Myanmar sisa satu orang bernama Jamaluddin yang merupakan nakhoda kapal KM Bintang Jasa.
 

WTP Pemkab Pidie