11 Mahasiswa Aceh di Natuna Akan Segera Dipulangkan

Virus corona. Foto: Reuters

Banda Aceh - Sebelas mahasiswa Aceh di Wuhan China yang kini masih menjalani observasi di Hanggar TNI AU di Kepulauan Natuna dikabarkan akan pulang ke daerah masing-masing.

Untuk diketahui, ada sekitar 238 orang warga yang kini masih berada di Natuna. Ratusan orang itu berasal dari seluruh daerah di Indonesia dan 11 orang diantaranya merupakan orang Aceh.

Sesyai protokol dari badan kesehatan dunia yakni WHO, masa observasi Suspect Corona adalah 14 hari, dimana warga Indonesia eks Wuhan China mulai observasi sejak tanggal 2 Februari kemarin dan berakhir 16 Februari.

Informasi lain yang diperoleh, sebelas warga Aceh itu yakni Fadil (Lhoksukon), Alfi Rian Tamara (Krueng Geukuh, Aceh Utara), Ory Safwar (Banda Aceh), Intan Maghfirah (Banda Aceh), Sapriadi (Meulaboh) serta Siti Mawaddah (Sigli).

Kemudian, Teuku Agusti Ramadhan (Sabang), Jihadullah (Banda Aceh), Ita Kurniawati (Nagan Raya) serta Hayatul Hikmah (Lhokseumawe) dan Maisal Jannah (Montasik).

Informasi lain yang diperoleh, ada dua orang warga lainnya yang berasal dari Aceh Tenggara akan pulang ke wilayah lain karena ada keperluan yang mendadak dan mendesak yakni Yuliannova Lestari dan Siti Sahara.

Siti Sahara (Aceh Tenggara), diketahui akan pulang ke Yogyakarta karena adiknya akan wisuda disana pada tanggal 27 Februari mendatang dan keluarga tidak bisa berangkat untuk menghadiri wisuda adiknya.

Sementara Yuliannova Lestari (Aceh Tenggara), akan pulang ke Tangerang karena ada kerjaan yang harus dilakukan sekaligus mengambil penyetaraan ijazah dan transkrip nilai dan ia pun telah mendapatkan izin dari orang tua.

Saat dikonfirmasi, Dinas Sosial Aceh membenarkan hal ini. Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, pada intinya mereka selesai observasi di Natuna tanggal 16 Februari mendatang dan proses selanjutnya tetap mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Termasuk terkait pemulangan ke daerah masing-masing. Jikapun diminta antar sampai ke rumah mereka masing-masing, khususnya mahasiswa asal Aceh, Dinsos siap untuk melkukan hal itu," katanya, Kamis (13/02/2020).

Hingga saat ini, masih ada dua mahasiswa asal Aceh yang kini berada di Chang Chun, China yakni masing-masing Desi Yuliana (Aceh Barat) dan Syarifah Huswatun Miswar (Aceh Selatan).

"Keduanya hingga hari ini masih mengambil kesimpulan untuk tidak pulang ke Aceh," kata Alhudri.()

Komentar

Loading...