Terkait Virus Corona, Pemko Sabang Tolak Kedatangan Kapal Pesiar

Ilustrasi. Kapal Pesiar singgah ke Sabang.(Foto: Acehbisnis.com)

Sabang - Wali Kota Sabang, Nazaruddin meminta kepada Badan Pengusahaan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (BPKS), untuk menunda sementara kedatangan kapal pesiar MS Artania yang telah dijadwalkan akan tiba di Sabang pada 16 Februari 2020 mendatang.

Hal itu berdasarkan surat Walikota Sabang Nomor : 556/0933 tentang penundaan kedatangan kapal pesiar, terkait antisipasi dari adanya penyebaran virus corona.

"Kita minta pihak BPKS menunda sementara waktu kedatangan kapal pesiar ke Sabang, sebagai upaya mengantisipasi masuknya virus corona yang saat ini sedang mewabah diberbagai negara," kata Wali Kota Sabang, Nazaruddin pada konferensi pers di Sabang, Selasa (12/2/2020).

Menurut dia, upaya pencegahan ini dilakukan bukan untuk menghambat datangnya para wisatawan asing ke Sabang, namun seiring dengan himbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO agar seluruh negara lain yang belum terkena dampak penyebaran virus corona untuk tetap waspada dan menghindari sementara waktu datang ataupun bepergian keluar negeri.

Untuk itu, Pemerintah Kota Sabang tidak ingin menimbulkan polemik dan rasa takut masyarakat Sabang terhadap mewabahnya virus corona ini. "Yang kita tahu sekarang ini virus corona sudah menyebar ke negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Negeri Jiran Malaysia".

"Jadi jangan sampai penyebaran virus corona muncul di Indonesia itu datangnya dari Sabang, ini yang harus kita hindari. Jadi sekali lagi saya minta BPKS selaku pengelola pelabuhan agar menunda sementara ini kedatangan kapal pesiar ke Sabang, kita minta kerjasamanya yang baik demi menjaga masyarakat Sabang dari bahaya virus corona," harap Wali Kota Sabang ini.

Wali Kota juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkaitkan masalah virus corona dengan masalah-masalah lain yang berdampak luas dan negatif terhadap daerah dan negara, baik dari sektor ekonomi kita maupun sektor lainnya.

"Untuk mencegah isu yang tidak benar (hoaks) agar masyarakat mengacu kepada intitusi resmi dan informasi yang disampaikan Pemerintah secara resmi dalam rangka pencegahan dan penanganan virus ini,"ungkap Nazaruddin yang didampingi Kabag Umum dan Humas, Bahrul Fikri.()

Komentar

Loading...