Polisi Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Nagan Raya

Ilustrasi tambang emas (iStock)

Suka Makmue - Personel Sat Reskrim Polres Nagan Raya menangkap enam penambang emas ilegal di kawasan Gampong Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, tepatnya di Krueng Inong, Nagan Raya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi mengatakan, pengungkapan inj dilakukan Rabu 29 Januari 2020 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

"Pengungkapan dilakukan setelah menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penambangan emas ilegal," ujarnya Selasa (11/2/2020) malam.

Dari enam tersangka yang diamankan polisi, satu orang diantaranya adalah pemilik modal. Para tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MS (50) pemilik modal serta para pekerja yakni EE (29), HF (26), SA (36), AM (31) dan JU (36).

"Pemilik modal warga Nagan Raya, sementara para pekerja dari Aceh Barat dan Kapuas Hulu," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Pidie ini.

Para pelaku, melakukan tindak pidana usaha penambangan tanpa izin (ilegal) dengan menyedot pasir di sungai menggunakan bot yang bermesin sebagai alat penyedot dan penyaring.

"Setelah itu dilakukan mengindangan untuk memisahkan antara pasir dengan emas. Diamankan buang bukti tiga jeriken ukuran 35 liter berisi solar, sebuah mesin kompresor, tiga ambal penyaring dan lainnya," ungkapnya.

Saat ini, keenam tersangka masih diamankan di Mapolres Nagan Raya. Mereka dijerat Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Jo Pasal 55 KUHPidana.()

Komentar

Loading...