Ketua Dekranasda Berharap Kerajinan Tenun Aceh Bisa Digemari Anak Muda

Acehbisnis.comKetua Dekranasda Berharap Kerajinan Tenun Aceh Bisa Digemari Anak Muda.

Aceh Besar- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengapresiasi program pengembangan ekonomi kerajinan tenun yang dilakukan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh.

Apresiasi itu disampaikan Dyah saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi dan pembukaan pelatihan dasar menenun, di Rumah Tenun Nyak Mu, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Senin, (10/2).

Melalui program tersebut, Bank Indonesia memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi serta pelatihan dasar menenun kepada para pengrajin di tiga desa, di Kabupaten Aceh Besar.

"Bantuan dari BI ini tentu sangat membantu kerja Dekranasda serta membantu mewujudkan visi Dekranasda Aceh, yakni memberdayakan ekonomi pengrajin," kata Dyah.

Dyah berharap, sarana prasarana yang diberikan itu dapat membantu produktifitas pengrajin tenun, sehingga perekonomian mereka pun juga ikut meningkat. Ia juga mengingatkan, agar para pengrajin yang akan dilatih dapat belajar dengan sungguh agar kemampuannya meningkat, dan pada akhirnya akan menghasilkan produk berkualitas.

"Saya juga berharap, kerajinan tenun ini bisa digemari anak muda, terutama bagi mereka yang putus sekolah. Dengan demikian mereka bisa bekerja, dan mendapatkan penghasilan," ujar Dyah.

Dyah menyebutkan, para pengrajin tersebut merupakan para pahlawan. Sebab, melalui tangan mereka eksistensi warisan kerajinan Aceh tetap terawat dan lestari.

Dyah mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus membina para pengrajin dan mempromosikan produk mereka. Ia juga akan membantu para pengrajin tersebut agar harga jual produk kerajinan, khususnya kerajinan tenun bisa lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis, menyampaikan, sebanyak 29 orang pengrajin tenun di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, diberikan bantuan sarana dan prasarana produksi, serta selama sepuluh hari ke depan mereka juga akan diberikan pelatihan.

Para pengrajin tersebut berasal dari tiga desa di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, yakni, 10 orang dari Desa Siem, 10 orang dari Desa Miruk Taman dan 9 orang dari Desa Krueng Kalee.

"Acara ini merupakan momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun di Aceh Besar, di mana dulu kerajinan tenun di Desa Siem ini sudah mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto," kata Zainal.

Zainal berharap, Pemkab Aceh Besar dan Dekranasda Aceh dapat membantu para pengrajin yang telah menerima bantuan tersebut. Baik membina kemampuannya maupun membantu proses pemasaran produk pengrajin.()

Komentar

Loading...