Konsumsi Ikan Aceh Tengah Masih Rendah

ilustrasi: Nelayan mengangkut ikan di Pelabuhan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Kamis (3/1/2019). Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan komsumsi ikan perkapita penduduk Indonesia diperkirakan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 50 kg dibanding dua tahun terakhir 43 kg. (Antara Aceh/Zahlul Akbar)

Takengon - Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyebutkan angka konsumsi ikan (AKI) di daerahnya masih rendah hanya 33 kilogram per kapita per tahun.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar di Takengon, Kamis (6/2) mengatakan angka itu masih di bawah AKI Provinsi Aceh yakni 50 kilogram per kapita per tahun dan AKI nasional di angka 50,08 per kapita per tahun.

"Salah satu penyebab rendahnya AKI Aceh Tengah adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap ikan segar, karena sangat tergantung pada pasokan ikan dari kawasan pesisir terutama Kabupaten Bireuen dan sekitarnya," katanya saat menerima kunjungan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Agus Suherman.

Shabela Abubakar juga menuturkan pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan AKI melalui kegiatan pengembangan budidaya perikanan darat.

Juga dengan melakukan berbagai sosialisasi gerakan makan ikan khususnya terhadap anak usia dini yang tujuannya juga untuk mendukung program penurunan stunting pada anak.

"Dimana Kabupaten Aceh Tengah merupakan 100 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting," tuturnya.

Bupati ini menyampaikan bahwa upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah dengan terus memperbanyak kolam ikan darat untuk dapat menghasilkan ikan segar bagi pemenuhan konsumsi masyarakat.

Menurutnya luas kolam ikan yang ada di daerah itu saat ini hanya sekitar 71,4 hektare dengan perkiraan produksi kurang lebih 745 ton per tahun.

"Sedangkan nilai produksi perikanan tangkap mencapai 239 ton per tahun, belum mampu memenuhi kebutuhan ikan konsumsi masyarakat," sebut Shabela Abubakar.

Komentar

Loading...