Keuchik di Abdya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

Keuchik di Abdya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa.(Foto: Yusnizar)

Blangpidie - Karena melakukan penyelewengan Dana Desa (DD) Tahun 2018, Muhammad Aris (48) mantan Keuchik dan Rusli (48) mantan Bendahara Gampong Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus berurusan dengan polisi, Rabu (5/2/2020) keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kabupaten Abdya.

"Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD). Mereka juga telah kita tahan,"kata Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP M.Basori,Sik yang didampingi Kabag Op, AKP Haryono dan Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH dalam Konferensi Pers Rabu (5/2/2020) di Aula Mapolres setempat.

Perlu diketahui bahwa, ini merupakan kasus korupsi Dana Desa pertama di Abdya yang dilakukan pejabat desa dan diharapkan supaya kedepan kasus semacam ini tidak terulang lagi. Dalam beberapa hari ini kasus ini sudah dilimpahkan ke Kajari Abdya.

Basori menjelaskan penahanan Muhammad Aris bersama Rusli ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-A/06/1/2020/Reskrim, Tanggal 20 Januari 2020, tentang dugaan tindak pidana korupsi pada Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Gampong Blang Makmur Tahun Anggaran 2018. Serta Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.sidik /02/1/2020/Reskrim, Tanggal 20 Januari 2020.

Disebutkan Kapolres, keduanya tidak dapat mempertanggungjawabkan pengunaan Dana Desa. Ada item tidak dilaksanakan alias fiktif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Modus Operandi penyelewengan dana desa tersebut, Tahun 2018 di Gampong Blang Makmur terdapat APBG sebesar Rp1.282.860.000,- yang mana pada saat pelaksanaan pengelolaan APBG tersebut ada item yang tidak dilaksanakan pekerjaan atau fiktif. Sehingga Muhamad Aris bersama Rusli Yahya tidak dapat mempertanggung jawabkan keuangan gampong sejumlah Rp445.635.500, berdasarkan audit Inspektorat Abdya.

Sebagai barang bukti, pihak Polres Abdya juga menyita satu berkas dokumen berupa Dokumen Rencana Kerja Pemerintahan Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2018, Dokumen APBG Tahun Anggaran 2018, Dokumen Bukti Pertanggung Jawaban, Dokumen Surat Perintah Pencairan Dana dari Kuasa Bendahara Umum Kabupaten serta Dokumen serta surat-surat lainya sehubungan dengan APBG Gampong Blang Makmur Tahun Anggaran 2018.

Lebih lanjut disebutkan, pasal yang dilanggar kedua mantan aparatur Gampong Blang Makmur itu yakni, telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a.b, Ayat (2), Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pdana Konupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

"Ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 milyar rupiah,"demikian Kapolres Abdya AKBP M.Basori,Sik.()

Komentar

Loading...