BKKBN Aceh Bekerjasama dengan UTU Sampaikan Informasi Program KKBPK

Meulaboh – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan Memorandum of Agreement (MoU) atau Nota Kesepakatan tentang Pengembangan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat terkait program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di kampus UTU, Meulaboh, Selasa, (4/2/2020).

Nota Kesepahaman ditandatangani langsung Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J.Ma’ruf, SE, MBA dan Kepala BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd didampingi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar Dr. T. Zulham, SE, MSi, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Faridah, SE, MM, Lilis Marlina, SE, MSi. dan Edy Nunawar SE, MSi sebagai Saksi I dan II.

Nota Kesepakatan tersebut bernomor  04/UN59/HK.07.00/2020 dan Nomor: 082/HK.03.01/J6/2020 tentang Kegiatan Pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Adapun tujuan Perjanjian Kerjasama tersebut adalah dalam rangka meningkatkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penyebarluasan informasi dan penelitian Program KKBPK meliputi Penelitian dan pengembangan, Seminar, Workshop/Lokakarya, Peringatan Hari Kependudukan, Hari Keluarga dan Dies Natalis, penggunaan akses data dan konsultasi, Kuliah Kerja Praktek (KKP)/Magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa,
Kuliah Umum dan Penerbitan Jurnal Ilmiah.

Disela-sela diskusi tersebut, Rektor UTU dan Kepala BKKBN bersepakat dalam waktu dekat ini akan melaksanakan kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan SSK yang akan di laksanakan di UTU sesuai dengan visi dan misi Universitas tersebut.

Dalam paparannya, Prof Jasman menyampaikan perkembangan kemajuan pengetahuan dan teknologi. Dikatakannya, dengan kualitas SDM yang baik, bangsa akan menjadi maju.

“Menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan bisnis di sektor agro and marine industries di peringkat regional 2025, Nasional 2040, dan internasional 2060 melalui riset yang inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Komentar

Loading...