PWI Langsa Gelar Konferensi II

Ketua PWI Kota Langsa Bahtiar Husin, MA saat memberikan sambutan pada acara Konferensi II. (Syahrial/Aceh Bisnis)

Langsa – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa menggelar Konferensi II yang dilaksanakan di aula Setda setempat, Rabu (29/1/2020).

Konferensi yang mengusung tema "Membangun profesionalisme wartawan mewujudkan masyarakat informatif di era distrupsi,"ini dihadiri oleh Sekda Kota Langsa, Dandim 0104/Atim, Wakapolres Langsa, Ketua Pengadilan Negeri Langsa, para Wakil Ketua DPRK Langsa, sejumlah wartawan dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kota Langsa Syahrul Thaib, SH, M. AP mengatakan, lewat konferensi ini dapat berguna untuk menyatukan visi dan persepsi ke depan terhadap langkah dan konsep pembangunan di Kota Langsa.

Dikatakannya, dewasa ini masyarakat semakin maju dan cerdas, pandangan-pandangan publik senantiasa kritis dan opini-opini yang semakin berkembang. Selain sebagai buah dari dinamika pembangunan, juga merupakan dampak langsung dari keterbukaan informasi yang benar-benar terbuka dan mendunia.
“Masyarakat kita cepat belajar dan mengetahui dari apa yang terjadi di daerah lain, hal-hal yang positif tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, sehingga tidak mustahil masyarakat menuntut agar kemajuan itu dapat segera diterapkan dan diwujudkan pula di Kota Langsa yang kita cintai ini,”ujarnya.

Sambung Sekda, peran Pers dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sangat penting, karena jika salah informasi yang diterima masyarakat bisa membuat kagduhan. “Maka itu saya berharap agar Pers khususnya Pers di Kota Langsa dalam melaksanakan tugasnya selalu berpegang teguh pada etika dan norma,”imbuhnbya.

Lanjut Sekda, Kadang ada oknum wartawan yang memanfaatkan kebebasan Pers menjadi kebebasan pres yang dianologikan menjadi menekan dan memeras. Ini tentunya merupakan hal yang tidak baik, perlu dicegah baik oleh organisasi PWI itu sendiri maupun pihak-pihak lain.
“Untuk itu saya mengharapkan agar Pers di Kota Langsa bisa berpegang teguh untuk menunjang perbaikan dan percepatan pembangunan. Pers di Kota Langsa bisa sebagai kontrol sosial terhadap apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Langsa,”tandasnya.
Sementara itu, ketua PWI Aceh Tarmilin mengatakan, sebagai mitra kerja pemerintah, Tarmilin meminta kepada PWI agar dapat memberikan kritikan yang konstruktif bukan yang tendensius.

"Pemerintah wajib bantu PWI karena PWI juga ikut berjuang untuk mempertahankan perjuangan Indonesia, kami punya peran yang cukup besar,"imbuhnya.

Untuk itu, dirinya meminta pengurus PWI agar dapat melakukan pelatihan untuk peningkatan kapasitas wartawan, hal ini dirasa penting untuk menunjang profesionalisme wartawan dalam melakukan pemberitaan.

"Maka minta anggaran dengan pemerintah terkait, pak Sekda jangan ragu-ragu untuk membantu PWI,"pinta Tarmilin.
Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana Putra Zulfirman menyebutkan, kepengurusan PWI kota Langsa telah berakhir di bulan November 2019 yang lalu, oleh karena itu pihaknya segera melaksanakan kegiatan konferensi.

“Ini penting karena konferensi merupakan salah satu implementasi dari program kerjaPWI Kota Langsa, semoga kedepan PWI Kota Langsa dapat bersinergi dengan para stake holder untuk pembangunan Kota Langsa,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, ketua PWI Kota Langsa Bahtiar Husin, MA menyampaikan, saat ini hoaks menjadi musuh bersama, karena hoaks dapat mencerai beraikan masyarakat sehingga memecah belah kesatuan bangsa.

Hal ini dikarenakan, masyarakat tidak dapat membedakan dan memilih media sebagai konsumsi informasi. Masyarakat harus mampu membedakan media sosial dengan media mainstream.
“Media yang tidak memiliki lisensi tidak mempunyai hak untuk menyebarkan informasi, namun hanya sah secara badan hukum,”tandsnya.

Bahtiar juga berharap, kepada penyidik untuk tidak mengambil laporan informasi awal sebagai langkah hukum.()

Komentar

Loading...