Istri UAS Melawan Putusan Cerai

Foto: Ilustrasi UAS Cerai (Ilustrator: Luthfy Syahban/detikcom)

Jakarta -

Istri Ustaz Abdul Somad (UAS), Mellya Juniarti, mengajukan banding atas putusan cerainya dengan sang ustaz. Belum diketahui alasan pengajuan banding tersebut.

Dirangkum detikcom, Selasa (28/1/2020), putusan cerai UAS dan Melly diputuskan Pengadilan Agama (PA) Bangkinang pada 2 Desember 2019 lalu. Bertindak sebagai Ketua majelis hakim adalah Abdul Rahim dengan anggota Ermisa Yustri dan Syufyan Nasution.

Dalam putusan Pengadilan Agama Bangkinang, hakim memberikan pertimbangan soal siapa yang memicu perceraian, sebagai berikut:

Mengenai siapa yang menyebabkan perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga Pemohon (UAS) dan Termohon (Mellya), dalam hal ini majelis juga sependapat dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 38 K/AG/1990 tanggal 5 Oktober 1991 yang mengandung abstraksi hukum bahwa tidak perlu lagi mempertimbangkan siapa yang menyebabkan timbulnya perselisihan tersebut, melainkan ditekankan pada keadaan itu sendiri, apakah telah pecah/retak dan sulit dipertahankan.

Dan jika hakim telah yakin pecahnya hati kedua belah pihak yang berperkara yang menyebabkan pecahnya rumah tangga mereka, maka berarti telah terpenuhi maksud Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam.

Majelis hakim perlu mengemukakan ketentuan Hukum Islam di dalam Kitab At-Tolak Fi Syari'atil Islamiyah Wal Qanun halaman 40 yang selanjutnya diambil alih sebagai pendapat majelis, berbunyi sebagai berikut:

Bahwa sebab-sebab dibolehkannya perceraian adalah adanya hajat untuk melepaskan ikatan perkawinan, ketika terjadi pertentangan akhlak dan timbulnya rasa benci di antara suami-istri yang mengakibatkan tidak adanya kesanggupan untuk menegakkan hukum-hukum Allah SWT.

Menimbang, bahwa dari apa yang diuraikan di atas, maka majelis hakim berpendapat pintu perceraian dapat dibuka guna menghindarkan para pihak dari kemelut rumah tangga yang berkepanjangan yang akan membawa mudharat kepada kehidupan Pemohon dan Termohon apabila rumah tangga dipertahankan, sedangkan kemudharatan harus tetap disingkirkan sebagaimana kaidah fiqhiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Kemudharatan harus disingkirkan.

Melly sebelumnya mengajukan sejumlah bukti chat mesra UAS dengan perempuan Malaysia. Namun, pengacara UAS, Hasan Basri, menegaskan bukti chat itu bukanlah penyebab perceraian. Perceraian UAS-Mellya bukan karena orang ketiga.

"Chat mesra UAS dengan wanita Malaysia membuat Mellya Juniarti ngamuk banting HP ndak ada. Chat-chat itu kan baru Oktober kemarin (2019)," kata Hasan Basri meluruskan isu seputar perceraian kliennya kepada detikcom, Jumat (13/12/2019).

Teranyar, Melly mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA). Banding dari Mellya tersebut kini sudah didaftarkan di PTA Riau.

"Jadi (banding). Berkasnya sudah di PTA," kata Hasan Basri singkat, Selasa (28/1/2020).

Ketika ditanya apa alasan pihak Mellya tidak terima atas putusan PA Bangkinang, Hasan Basri enggan berkomentar lebih lanjut.

Kuasa hukum Mellya, Nurhasmi yang beberapa kali dihubungi tidak merespons.

Komentar

Loading...