Mulai 2020, Setiap Rumah Penerima PKH di Pasang Stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’

Petugas Dinsos setempat memasang stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’ di salah satu rumah penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (14/01/2020).(Foto: Istimewa)

Aceh Timur - Pemerintah Aceh mulai memasang stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’ secara simbolis di rumah warga yang menjadi penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (14/01/2020).

Pemasangan stiker Keluarga Tidak Mampu dilakukan di Desa Seunebok Tengah, Kecamatan Idi Reyuek, Kabupaten Aceh Timur.

Turut hadir dalam pemasangan stiker tersebut Asisten I Setda Kabupaten Aceh Timur Syahrizal Fauzi,  Kadis Sosial Aceh Timur, Efendi, Kabid Linjamsos Aceh Timur Syahrani,  pendamping PKH dan TKSK Aceh Timur, dan Keuchik Seunebok Tengah PP, Hasmadi.

Pemasangan stiker di rumah-rumah warga penerima PKH ini merupkan tahap pertama yang dilakukan di wilayah pantai timur utara, sejak kemarin, Senin (13/1/2020) sudah dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya, Lhokseumawe, dan Aceh Utara.

Untuk tahap kedua akan dilakukan di pantai barat selatan, dan tahap ke tiga di wilayah tengah tenggara. Total ada 17 kabupaten/kota yang akan memasang stiker di rumah penerima PKH.

“Kami berharap program ini terus berjalan dengan harapan agar Aceh Timur bisa terlepas dari kemiskinan,"kata Asisten I Setda Kabupaten Aceh Timur Syahrizal Fauzi di Aceh Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri yang diwakili Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga, Siti Khotijah berharap dengan adanya pemasangan stiker ini akan adanya keterbukaan data penerima PKH serta dapat saling monitoring jika ada penerima PKH yang tidak tepat sasaran, sehingga bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang mampu dapat secara sadar mengundurkan diri dari kepesertaan (graduasi).

“Tujuan kami melakukan pemasangan stiker ini adalah untuk mensasar seperti yang selama ini disampaikan masyarakat bahwa ada penerima bantuan sosial PKH yang tidak tepat sasaran,”kata Siti Khotijah di Aceh Timur.

Menurut Siti, dengan ditempelkan stiker ini di tiap-tiap rumah keluarga penerima manfaat PKH akan adanya ada efek malu bagi mereka yang memang bukan dari keluarga yang tidak mampu sehingga mau keluar.

Selain itu, jelas dia, setiap orang dengan terbuka dapat melihat siapa saja sebenarnya penerima manfaat dari PKH setelah adanya stiker di masing-masing rumah penerima, sehingga siapapun bole komplain dan melaporkan jika ada penerima manfaat PKH ini yang memang tidak tepat sasaran kepada pendamping PKH dan dinas sosial kabupaten/kota setempat.

Karena, kata Siti,  dengan keluarnya keluarga mampu dari kepesertaan penerima manfaat PKH secara langsung mereka keluar dari basis data terpadu (BDT) yang merupakan data kemiskinan di Aceh, sehingga angka kemiskinan di Aceh dapat di tekan.

“Untuk itu tolong bantu kami untuk sama-sama memonitoring kalau ada penerima PKH yang memang betul dapat dikeluarkan tolong laporkan ke pendamping dan dinas sosial kabupaten/kota,” kata Siti.()

Komentar

Loading...