Jadi Pengedar, Pelajar di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Barang bukti sabu. (Istimewa)

Lhoksukon - Peredaran narkoba di Aceh tak kunjung habis. Baik ganja, sabu bahkan hingga ekstasi terus bermain di provinsi Bumi Serambi Mekkah ini. Aparat penegak hukum pun kerap menangkap kurir, bandar atau pengedar hingga gembong besar yang bermain di Aceh.

Jika biasanya pengedar narkoba yang ditangkap aparat adalah pria berusia 25 tahun keatas, kali ini Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara menangkap seorang pengedar narkoba cilik yang berusia 16 tahun. Mirisnya, sang pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian melalui Kasat Resnarkoba, AKP M Daud mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial HB (16), warga Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara. Ia petugas ditangkap Senin (13/1/2020) kemarin.

"Ditangkap siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Gampong Meunasah Me, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara. Lima paket sabu seberat 0,78 gram beserta sebuah alat isap (bong) diamankan sebagai barang bukti," ujarnya Selasa (14/1/2020).

Kasat menjelaskan, penangkapan terhadap HB dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang selama ini sudah sangat resah karena adanya peredaran sabu di wilayah itu. Dimana, para pelaku baik pengedar maupun pengguna merupakan kalangan muda.

"Dari informasi itu dilakukan penyelidikan dan pelaku ditangkap di rumahnya, saat digeledah barang bukti ditemukan di dalam sebuah kotak aluminium," kata AKP M Daud.

Belum diketahui pasti bagaimana cara remaja ini memperoleh barang haram tersebut hingga kemana saja diedarkan selama ini. Saat ini HB pun masih diamankan di Mapolres Aceh Utara dan menjalani pemeriksaan secara intensif serta proses lebih lanjut.()

Komentar

Loading...