BKSDA Selidiki Kematian Anak Gajah di Aceh Utara

Ilustrasi. Kerangka gajah.(Foto: Istimewa)

Banda Aceh - BKSDA Aceh menerima laporan tentang adanya penemuan bangkai anak gajah di wilayah Aceh Utara, tepatnya di perbatasan Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Paya Bakong, Jumat (10/1/2020) kemarin.

Tim yang terlibat pun langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud dan ditemukan seekor bangkai anak gajah Sumatera di perbatasan wilayah tersebut.

Diketahui, anak gajah yang mati ini masih berumur sekitar satu bulan dengan lebar telapak kaki sekitar 12 sentimeter dan panjang telapak kaki sekitar 14 sentimeter. Diperkirakan, anak gajah ini mati satu minggu lalu dengan kondisi bangkai yang sudah membusuk.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Aryanto pun memberikan arahan kepada petugas untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar dan mengirimkan tim medis ke lokasi penemuan bangkai anak gajah untuk dilakukan pengecekan.

Pengecekan tersebut dilakukan dengan mengambil sampel bagian tubuh dari bangkai anak gajah itu untuk nantinya mencari tahu penyebab pasti kematian anak gajah itu.

Kasi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe, Kamarudzaman mengatakan, pihaknya sudah melakukan autopsi terhadap bangkai anak gajah tersebut.

Hasil dari pemeriksaan, diketahui besaran lingkar kaki, telinga, kerangka tubuh dan struktur gigi diperkirakan bahwa usia anak gajah itu sekitar empat hingga enam minggu yang masih sangat rentan terhadap kematian.

"Kondisi bangkai ditemukan sudah membusuk, diduga matinya kurang lebih dua minggu lalu dan besar kemungkinan kematianny disebabkan kelelahan dan dehidrasi," ungkapnya Minggu (12/1/2020).

Hal ini dikarenakan, lanjut Kamarudzaman, pihaknya tidak menemukan adanya jeratan atau racun yang digunakan untuk membunuh anak gajah tersebut. Bahkan, lokasi penemuan bangkai anak gajah ini jauh dari perkebunan atau pemukiman masyarakat.

"Adapun sampel yang diambil adalah tengkorak kepala dan panggul untuk menentukan jenis kelamin dan hasil analisanya jenis kelamin anak gajah adalah betina," jelasnya.

"Kemudian diambil sisa-sisa otot atau jaringan bagian abdomen (jika diperlukan untuk dilakukan uji toxicologi), kemarin di TKP dokter hewan turun lansung ke sana," kata Kamarudzaman lagi.

Komentar

Loading...