Harga Minyak Longsor Usai Melonjak, Ini Penyebabnya

Minyak West Texas Intermediate - Reuters

Jakarta – Harga minyak mentah tak mampu mempertahankan lonjakannya dan berakhir turun tajam pada perdagangan Rabu (8/1/2020), di tengah tanda-tanda de-eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 ditutup anjlok US$2,83 di level US$65,44 per barel di ICE Futures Europe Exchange setelah sempat melonjak hingga ke level US$71,75.

Adapun harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 turun terjerembab US$3,09 dan berakhir di level US$59,61 per barel di New York Mercantile Exchange.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih untuk menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa serangan itu tidak menimbulkan korban dan bahwa pemerintah Iran tampak akan menyudahi aksinya.

"Konflik [AS-Iran] tetap terbatas pada dimensi militer dan memasuki tahap de-eskalasi,” ujar Pavel Molchanov, seorang analis di Raymond James & Associates Inc.

“Dengan demikian, tidak ada prospek dampak yang akan segera terjadi pada pasokan minyak,” terangnya dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari Bloomberg.

Harga minyak acuan global Brent di London sempat melonjak menghampiri level US$72 per barel setelah Iran menembakkan sejumlah ke dua fasilitas militer AS di Irak pada Rabu (8/1) pagi waktu Baghdad.

Serangan itu dilancarkan sebagai pembalasan atas tewasnya Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan udara AS di Irak pada 3 Januari. Tensi antara AS dan Iran telah berkobar sejak AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya pada tahun lalu.

Sementara itu, melalui akun Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran telah "mengambil langkah-langkah proporsional dalam pembelaan diri" dan tidak berupaya melakukan "eskalasi atau perang".

Terlepas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, pasokan minyak dari kawasan ini terus mengalir tanpa hambatan.

“Tidak ada setetes pasokan minyak pun yang hilang karena insiden baru-baru ini dan itulah sebabnya harga minyak begitu cepat turun kembali,” jelas Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di SEB AB.

Menambah sentimen negatif untuk pasar minyak, harga komoditas ini turun lebih lanjut setelah total persediaan minyak AS dilaporkan melonjak hampir 15 juta barel pekan lalu.

Harga minyak juga longsor setelah sejumlah pejabat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk menjaga pasokan tetap mengalir ke para pembeli.

“Kami tidak memperkirakan kekurangan pasokan kecuali ada eskalasi bencana, yang tidak kami lihat,” ujar Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei di Abu Dhabi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengutarakan optimismenya bahwa para pemimpin akan melakukan segala yang mungkin untuk memulihkan keadaan normal.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Februari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
8/1/202059,61-3,09 poin
7/1/202062,70-0,57 poin
6/1/202063,27+0,22 poin
Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Maret 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
8/1/202065,44-2,83 poin
7/1/202068,27-0,64 poin
6/1/202068,91+0,31 poin

Sumber: Bloomberg

Komentar

Loading...