Harga Emas Diprediksi Turun Terus Sampai Pekan Depan

liputan6Ilustrasi Harga Emas

Jakarta - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memproyeksi harga emas yang hari ini turun hingga Rp 17.000 bakal berlanjut sampai pekan depan. Hal itu memungkinkan bila ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus mereda hingga akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui, per 8 Januari 2020 kemarin Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Irak, namun dipastikan serangan itu tidak melukai satupun pasukan AS. Bahkan, pejabat tinggi Iran, menyatakan bahwa serangan ini hanya sekadar respons serangan balas karena tewasnya Qaseem Soleimani, Jumat lalu. Teheran pun mengaku tidak berniat untuk melanjutkan peperangan.

Demikian pula, Presiden AS Donald Trump dalam statement nya kemarin menyatakan pihaknya tidak akan membalas serangan itu secara militer, melainkan hanya lewat sanksi ekonomi tambahan.

Meredanya konflik antar kedua negara tersebut dianggap menjadi penyebab utama turunnya harga emas global lalu merembet kepada emas dalam negeri.

"Kalau hingga akhir pekan ini tidak ada eskalasi (konflik Amerika Serikat-Iran), mungkin tren turun akan berlanjut," ujar Ariston kepada detikcom, Kamis (9/1/2020).

Mengutip Reuters, Kamis (9/1/2020), harga emas di pasar spot global berada di level US$ 1.559,22 per ons troi atau turun sebesar 1% dari harga sebelumnya yang melonjak ke US$ 1.610,90 per ons troi. Untuk perdagangan pekan depan, harga emas diramal berada di level US$ 1.500 per ons troi.

"Kalau dikonversikan ke harga antam, kira-kira di kisaran Rp 740.00 - Rp 750.000," tutupnya.

Komentar

Loading...