Umat Islam Hadapi Musuh dalam Selimut

Foto: Istimewa

Banda Aceh - Umat Islam di era sekarang mengalami dua tantangan yang harus diatasi dengan penguatan persatuan serta meningkatkan kualitas umat.

Dua tantangan tersebut yakni musuh dalam selimut yakni umat Islam sendiri yang berprilaku munafik dan orang kafir yang selalu memusuhi dan terus menerus ingin menghancurkan Islam dan umatnya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL MA saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) bertemakan 'Tanggungjawab Muslim terhadap Islam', di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Banda Aceh, Selasa (3/12) malam.

“Tantangan umat Islam pada masa Nabi Muhammad yaitu jelas-jelas menghadapi kafir sebagai musuh, sekarang ada orang Islam menjadi musuh bagi Islam sendiri,” ujar Tgk Hasanuddin Yusuf Adan pada pengajian KWPSI yang dipandu moderator Dosi Elfian.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini mengungkapkan, musuh Islam dalam selimut pada masa Rasulullah dapat dihitung jari. Salah satunya Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik yang selalu memfitnah Rasulullah dengan berbagai isu.

Berkali-kali Al-Qur’an menunjuk orang ini sebagai sosok kontroversi dalam tutur kata dan perbuatannya yang merugikan Islam dan kaum muslimin. Hampir setiap ada fitnah yang menimpa kaum muslimin di Madinah selalu ada peran Abdullah bin Ubay sebagai provokatornya.

Kini musuh Islam juga kalangan orang-orang munafik dan kafir. Orang munafik diibaratkan pemain bola yang memasukkan bola ke gawang sendiri.

Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah salah satu faktornya diakibatkan musuh dalam selimut. “Islam adalah agama yang benar. Konsep Islam tidak boleh abu-abu,” terangnya.

Menurutnya, banyak orang Islam yang berada di posisi penting pemerintah memilih posisi abu-abu. Rasulullah di masa hidupnya tidak pernah menerima tawaran orang kafir agar menghentikan dakwah dan akan diberikan jabatan penting. Setiap tawaran orang kafir pasti ada sesuatu di baliknya.

“Sekarang orang kita menawarkan diri. Jika ingin jabatan harus melacur diri. Tidak memiliki jabatan dianggap orang bodoh. Seharusnya kita harus menjaga marwah diri,” imbuhnya.

Di samping itu, alasan kemunduran Islam karena muslim memberikan kekuasaan kepada orang kafir. Kafir sendiri terbagi dua yakni kafir zimmi dan kafir harbi. Kafir zimmi ialah orang kafir yang tinggal di wilayah mayoritas muslim dan tunduk pada aturan Islam. Sedangkan kafir harbi yang membangkang dan melawan aturan Islam di wilayah mayoritas muslim sehingga layak diperangi.

Ia menjelaskan, umat Islam harus bersatu yang dapat diwujudkan dengan menghargai perbedaan pendapat serta mengedepankan ukhuwah.

Tanggungjawab muslim hari ini bukan hanya memperkenalkan Islam, melainkan mengajak orang kafir masuk Islam, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak muslim.

Makanya dibutuhkan kekuasaan. “Kalau bukan dengan kekuasaan sangat susah. Namun sayangnya, banyak orang kita Islam ketika punya kekuasaan malah lupa terhadap Islam, bahkan ada yang tidak senang dengan aturan syariat Islam. Makanya kita harus ibdak binafsih. Tidak melakukan yang salah, tidak menggadaikan marwah, dan melacur demi kehormatan,” pungkasnya.()

Komentar

Loading...