Perang Dagang Mengemuka, Pantau Pergerakan Harga Emas Comex Perdagangan Rabu (4/12/2019)

Ilustrasi emas batangan. (Sumber Twitter/@allthingsbus)

Jakarta – Harga emas Comex bergerak tipis di zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/12/2019), setelah mampu mencatatkan kenaikan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Februari 2020 dibuka melandai 0,08 persen atau 1,20 poin di level US$1.483,20 per troy ounce.

Koreksinya kemudian menipis menjadi hanya 0,70 poin atau 0,05 persen ke level US$1.483,70 per troy ounce pada pukul 07.18 WIB. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak di kisaran US$1.481,70-US$1.484,60 per troy ounce.

Meski pagi ini bergerak negatif, harga emas masih bergerak di kisaran penguatannya yang dibukukan pada perdagangan Selasa (3/12), ketika berakhir naik tajam 1,03 persen atau 15,20 poin ke posisi 1.484,40.

Dilansir dari Reuters, lonjakan harga emas didorong oleh memudarnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan China setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan dagang antara kedua negara dapat molor hingga setelah pemilihan presiden AS pada November 2020.

Komentar Trump bahwa kesepakatan perdagangan dengan China mungkin ditunda sampai setelah pilpres November 2020 sekaligus memukul harapan pasar bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum putaran kenaikan tarif AS yang baru terhadap impor China mulai berlaku pada 15 Desember.

"Pasar saham bergerak lebih rendah dan ada pelarian ke tempat yang aman pada emas saat ini. Harga emas naik dengan apa yang dikatakan Trump tentang tarif AS-China,” ujar Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures.

“Semua tanda-tanda mengarah ke pergerakan kembali di atas level US$1.485 pada kontrak Februari, yang cukup untuk mendorongnya di atas US$1.500,” tambahnya.

Turut mendukung emas, pada perdagangan Selasa (3/12), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, berakhir melemah 0,12 persen atau 0,119 poin di posisi 97,737.

Pelemahan dolar AS diketahui dapat menyebabkan nilai pembelian emas menjadi lebih terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya sehingga dapat mengangkat prospek permintaan logam mulia ini.

Komentar

Loading...