Dolar AS Tertekan, Begini Pergerakan Harga Emas Comex Perdagangan Selasa (3/12/2019)

Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta – Harga emas Comex bergerak tipis di zona merah pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/12/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Februari 2020 dibuka melandai 0,08 persen atau 1,20 poin di level US$1.468 per troy ounce.

Pelemahannya kemudian menipis menjadi hanya 0,60 poin atau 0,04 persen ke level US$1.468,60 per troy ounce pada pukul 07.08 WIB. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak di kisaran US$1.467,40-US$1.469,40 per troy ounce.

Harga emas masih terkoreksi setelah pada perdagangan Senin (2/12), berakhir di zona merah dengan penurunan 0,24 persen atau 3,50 poin ke posisi 1.469,2.

Koreksi yang dialami emas pada perdagangan Senin (2/12/2019), setelah sempat menyentuh level tertingginya dalam sepekan terakhir, dipicu oleh data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan.

Indeks sektor manufaktur China melonjak secara tak terduga pada November 2019, menandakan adanya pemulihan aktivitas industri di tengah dukungan stimulus dari pemerintah untuk menstabilkan pertumbuhan global.

Data ekonomi China tersebut berhasil dirilis positif meskipun terdapat ketidakpastian baru dari sengketa perdagangan dengan AS terkait kesepakatan dagang tahap pertama.

Namun, Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan emas masih memiliki kesempatan untuk menguat karena keraguan Presiden AS Donald Trump terhadap China terkait kesepakatan dagang parsial menguntungkan logam mulia.

“Apalagi, dukungan Trump bagi para demonstran Hong Kong mengancam menenggelamkan kesepakatan perdagangan yang prospektif dengan Beijing,” paparnya, dikutip dari publikasi riset.

Seiring dengan pergerakan emas, pada perdagangan Senin (2/12), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, berakhir melemah 0,42 persen atau 0,417 poin di posisi 97,856.

Pelemahan dolar AS diketahui dapat menyebabkan nilai pembelian emas menjadi lebih terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya sehingga dapat mengangkat prospek permintaan logam mulia ini.

Komentar

Loading...