Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 29 November 2019

Dolar AS/Foto: Pradita Utama (detik.com)

Jakarta – Nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (29/11/2019). Analis memperkirakan rupiah berpotensi bergerak melemah seiring dengan masih bergejolaknya ancaman perang dagang AS dan China.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.115 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, pada perdagangan Kamis (28/11) rupiah ditutup di level Rp14.091, menguat tipis 0,02 persen atau 2,5 poin.

Yudiawan mengatakan bahwa sentimen tanda-tangan RUU mendukung Hong Kong oleh AS meningkatkan kekhawatiran pasar terkait berlanjutnya perang dagang dan mengakhir optimisme adanya kesepakatan parsial tahap pertama.

“Ini jadi berita buruk bagi pasar yang dalam beberapa perdagangan terakhir menguntungkan bagi aset berisiko, sehingga ini membuat rupiah bergerak dalam tekanan,” kata Yudi.

Selain itu, dia mengatakan bahwa tidak adanya sentimen dalam negeri yang dapat memberikan dukungan positif untuk rupiah juga menjadi penyebab rupiah dalam tekanan. Investor khawatir perang dagang yang berlanjut akan semakin memperparah proyeksi perlambatan ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pemerintah melalui menkeu Sri Mulyani berencana akan menerapkan kebijakan tax amnesty jilid II. Kebijakan tax amnesty ini akan bisa berjalan jika didukung oleh berbagai pihak sehingga target pemerintah akan tercapai.

“Informasi ini membuat pelaku pasar kembali percaya terhadap perekonomian dalam negeri sehingga wajar kalau arus modal asing kembali masuk ke pasar valas dan obligasi, yang juga sebagai penopang positif bagi rupiah,” ujar Ibrahim.

Dia memprediksi rupiah bergerak melemah tipis imbas dari data eksternal yang masih negatif untuk rupiah dan bergerak di kisaran level Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.120 per dolar AS.

Komentar

Loading...