Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 11 November 2019

Warga menukarkan uang baru pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Mataram, NTB, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Jakarta - Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memproyeksi pada perdagangan Senin (11/11/2019), rupiah bergerak menguat di kisaran Rp13.975 per dolar AS hingga Rp14.040 per dolar AS.

Di mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil menetralisir kondisi ekonomi global yang melambat akibat perang dagang AS-China dan Brexit sehingga NPI bisa ditekan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, NPI pada kuartal III/2019 nenunjukkan peningkatan dengan mencatat defisit hanya sebesar US$46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar US$2,0 miliar.

"Walaupun bagusnya data NPI tetapi tidak bisa mengangkat sentimen positif terhadap mata uang rupiah. Namun, ini bukti nyata bahwa ekonomi dalam negeri tetap terjaga dengan baik," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (8/11/2019).

Di sisi lain, AS dan China telah sepakat untuk menurunkan tarif impor masing-masing jika kesepakatan dagang fase pertama dapat terealisasikan.

Namun, masih terdapat skeptisme dari pasar bahwa kesepakatan perdagangan semakin sulit dicapai seiring dengan pejabat pemerintahan AS yang tampak belum yakin untuk melepaskan tarif seutuhnya.

Hingga saat ini, masih belum terdapat kejelasan terkait kapan dan dimana AS dan China akan melakukan penandatangan kesepakatan dagang tahap pertama sehingga ketidakpastian pun masih membayangi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp14.014 per dolar AS, melemah 0,12% atau 16 poin. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak menguat 0,1% menjadi 98,239.

Komentar

Loading...