Wali Nanggroe Buka Musywil Pemuda Muhammadiyah Aceh di Langsa

LANGSA - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Musywil) Pemuda Muhammadiyah Aceh ke X di Kota Langsa, Sabtu (9/11).

Perhelatan Musywil yang berlangsung sejak 8 sampai 11 November 2019 ini terpusat di gedung Cakradonya dan sekolah Muhammadiyah di Kota Langsa.

Prosesi opening ceremony Musywil ini turut dihadiri Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, Pimpinan DPRK, Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, perwakilan Dandim 0104 Aceh Timur serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud berpesan agar pemuda Aceh harus terhindar dari hal-hal yang dapat merusak generasi mendatang seperti penyalahgunaan narkoba.

Malik Mahmud berharap, Pemuda Muhammadiyah dapat membuat program kerja yang memberikan nilai baik terhadap bangsa dan membangun Aceh dari sisi ekonomi, sosial budaya dan khususnya dalam dakwah keislaman.

"Pemuda Muhammadiyah harus memajukan pembangunan, ekonomi, sosial budaya dan dakwah islam. Menghasilkan pemikiran dan gagasan yang menjadi spirit menyelesaikan permasalahan secara adil, maju dan beradab," kata Malik Mahmud.

Sementara itu, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta organisasi setingkat Pemuda Muhammadiyah dapat memberikan kontribusi besar untuk bangsa dan negeri ini. Namun dengan terus memperkuat persatuan.

"Biarpun banyak organisasi, kita harus bersatu. Tanpa persatuan kita tidak bisa berbuat untuk bangsa ini," ujarnya.

"Pemuda Muhammadiyah harus menjadi motor kemajuan Aceh, dan harus mempersiapkan dari segala sisi," sambung Usman.

Kemudian, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa sangat berharap Musywil Pemuda Muhammadiyah ini dapat berjalan dengan lancar, jangan terpecah satu sama lain. Dan hal itu harus dijaga bersama-sama.

"Jangan sampai dalam Musywil ini kita ribut, tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," harap Malik Musa.

Dalam kesempatan ini, Ketua PWPM Aceh, Hizqil Apandi menyampaikan bahwa dalam Musywil ke X yang bertajuk merawat integritas dan eksistensi kader dalam mewujudkan Aceh hebat, caroeng dan meuadab menuju Indonesia berkemajuan ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan kader berkualitas serta siap mengikuti kecanggihan di era 4.0.

"Dengan bekal integritas, Pemuda Muhammadiyah diharapkan mampu menyelesaikan problem sosial saat ini," imbuhnya.

Selain itu, Hizqil juga meminta Pemuda Muhammadiyah harus berkontribusi penuh dalam pembangunan Aceh. Mengingat Aceh merupakan daerah yang kaya akan hasil Sumber Daya Alam (SDA), seperti minyak dan gas bumi, emas serta potensi alam lainnya.

"Pemerintah harus memberikan kesempatan, peluang dan mengajak para pemuda, sehingga pemuda Aceh mempunyai peran penting dalam pembangunan Aceh," harap Hizqil.

Komentar

Loading...