Maulid Nabi 1441 H

Kisah Nabi Muhammad SAW: Peristiwa Besar Jelang Kelahiran Rasulullah

Kisah Nabi Muhammad SAW (Foto: Bandar Aldandani/Getty Images)

Jakarta - Kisah Nabi Muhammad SAW dan peristiwa besar menjelang kelahirannya. Nabi Muhammad Shallallahu ' Alaihi wa Sallam lahir di Kampung Bani Hasyim, Makkah pada Senin 12 Rabiul Awal bertepatan dengan tahun Gajah atau 23 April 571 Masehi. Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai Maulid Nabi.

Ada juga sebagian pendapat yang menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal atau 20 Arpil 571 Masehi. Namun para ulama sepakat tanggal 12 Rabiul Awal sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Beliau lahir dua bulan setelah pasukan Gajah menyerang Kota Makkah. Dikutip dari Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan 'Ali Al-Hasani An-Nadwi, sejumlah sejarawan dan pakar hadits menyebut adanya peristiwa-peristiwa besar yang muncul di Makkah menjelang kelahiran Rasulullah.

"Peristiwa-peristiwa di luar daya nalar manusia, yang mengarah pada dimulainya era baru bagi alam dan kehidupan manusia," tulis Abdul Hasan dalam Sirah Nabawiyah yang dikutip detikcom.

Di antara peristiwa tersebut adalah singgasana Raja Persia Kisra Anusyirwan yang bergoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi. Tak hanya singgasana, 14 balkon Istana Raja Kisra juga runtuh.

Peristiwa berikutnya yang diyakini sebagai pertanda jelang kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah padamnya api sesembahan kaum Majusi atau zoroaster, di kuil pemujaan di Persia (kini Iran). Padahal api ini diyakini sudah menyala seribu tahun lebih dan tak pernah padam sekalipun. Masyarakat Majusi berusaha untuk menghidupkan kembali api tersebut untuk disembah, namun upaya mereka gagal.

Ada juga pertanda di tempat lain menjelang Maulid Nabi, yakni surutnya Danau 'A' yang dikultuskan oleh orang-orang Persia. Tasik Sava atau Semenanjung yang dianggap suci oleh rakyat Persia juga tenggelam.

Di Makkah, peristiwa menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW ditandai dengan kehancuran pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah. Waktu itu, Abrahah adalah seorang Raja di Abysinia kini Yaman.

Abrahah merasa iri sebab perekonomian Makkah dengan adanya Kakbah lebih maju dari pada Yaman yang punya kuil untuk sesembahan juga. Banyak orang berziarah ke Kakbah sehingga mendongkrak perekomian Makkah. Sebaliknya sedikit orang pergi ke kuil di Abtyinia.

Abrahah pun menyerang Makkah dengan menggunakan pasukan gajah. Peristiwa penyerangan ini diabadikan dalam Al Quran surah Al-Fil. Disebutkan bahwa saat masuk Kota Makkah, pasukan gajah dihujani batu oleh sekelompok burung ababil. Pasukan gajah pimpinan Abrahah kocar-kacir dan Kakbah serta Kota Makkah selamat. Tak lama setelah pasukan gajah gagal menyerang Kakbah, Rasulullah SAW lahir.

Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah. Abdullah adalah putra dari Abdul Mutholib pemimpin suku Quraisy. Sementara Aminah merupakan putra dari Wahb pemimpin Bani Zuhrah.

Menjadi kebiasaan warga Makkah ketika itu yakni berdagang ke Syam. Abdullah pun pergi ke Syam bersama rombongan pedagang Makkah. Mereka tak hanya ke Syam, tapi juga singgah di beberapa kota lain sehingga perjalanan memakan waktu yang lama.

Saat hendak pulang ke Makkah, Abdullah kecapekan dan jatuh sakit. Dia singgah di tempat saudara-saudaranya dari garis ibu di Kota Yatsrib,-kini Madinah. Abdullah wafat di Madinah. Saat Abdullah wafat, itu Aminah tengah mengandung Nabi Muhammad SAW. Usia kandungan Aminah baru berusia 3 bulan.

Komentar

Loading...