Pemko Sabang Cabut Izin Jika Terbukti Rusak Lingkungan, PT Monster Scuba Diving Center Bantah

Sabang - PT Monster Scuba Diving Center membersihkan karang di kawasan Pantai Gapang, Kecamatan Sukakarya, Sabang pada akhir Oktober lalu. Namun, kegiatan itu belum memiliki izin resmi dari pihak terkait dan dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Pemerintah setempat yang menerima informasi ini pun langsung melakukan tindak lanjut. Pemerintah menyurati pihak perusahaan agar segera menghentikan kegiatan pembersihan karang tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kota Sabang juga akan mencabut izin PT Monster Scuba Diving Center jika terbukti melanggar aturan dan merusak lingkungan di wilayah wisata Pantai Gapang, Sabang.

Hal ini ditegaskan Asisten II Bidang Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setdako Sabang, Kamaruddin, Senin (4/11/2019) kemarin.

"Apa yang dilakukan perusahaan ini bertentangan dengan visa dan misi pemerintah daerah yang memanfaatkan alam sebagai tempat wisata tanpa mengganggu atau merusak," ujarnya kemarin.

Pemko Sabang juga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada perusahaan karena kewenangan penertiban izin lingkungan untuk kawasan pesisir, laut serta hutan berada di provinsi.

"Karena itu, bila terbukti melanggar aturan maka izin kita cabut dan tidak diperpanjang. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan memang harus melaporkan karena bukan hanya qanun kota Sabang tapi juga Undang-undang tentang Lingkungan Hidup," katanya.

PT Monster Scuba Diving Center nekat melakukan kegiatan itu lantaran adanya surat izin yang dikeluarkan oleh keuchik Gampong Iboih. Hal ini sangat disayangkan pemerintah karena semestinya keuchik berkoordinasi ke pemerintah daerah terlebih dahulu.

Sementara itu, pihak perusahaan membantah telah merusak lingkungan atau terumbu karang di kawasan pantai tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Kuasa Hukum PT Monster Scuba Diving Center, Fadjri, Selasa (5/11/2019) saat menggelar konferensi pers di Banda Aceh.

"Yang dibersihkan hanya batu kecil dan pecahan karang kering yang tidak produktif serta sampah lain yang diduga bekas bawaan arus, bukan rehabilitasi atau renovasi seperti kabar yang beredar," tegasnya.

Hal ini dilakukan, lanjutnya, juga sebagai upaya membersihkan pantai untuk kepentingan masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Sabang.

Gapang dilakukan setelah pihak perusahaan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan masyarakat dan aparatur gampong setempat, termasuk pihak BKSDA yang ada di Gampong Iboih.

"Perusahaan tidak merusak terumbu karang dan ekosistem laut lainnya karena memang di lokasi tidak ada terumbu karang ikan. Perusahaan juga tidak memasukkan benda lain dari luar seperti semen, batu atau mengeluarkan benda dari dalam laut melainkan hanya memindahkan ke samping sehingga bisa tertata rapi,"pungkasnya.

Komentar

Loading...