Ancam dengan Pistol, Pria ini Berhasil Perkosa Pacarnya

Foto: Istimewa

Banda Aceh - Personel Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap seorang pelaku pemerkosaan sekaligus pengancaman menggunakan senjata berinisial SJ, Pekerja Swasta, warga Aceh Selatan yang selama ini diketahui tinggal di Banda Aceh.

Pelaku ditangkap setelah korbannya, sebut saja Mawar, warga Aceh Besar, melaporkan peristiwa pemerkosaan yang dialami kepada polisi pada Agustus lalu. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan selama ini dan akhirnya menangkap pelaku.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, SJ ditangkap di salah satu tempat yang biasanya digunakannya sebagai tempat nongkrong. Dalam penangkapan ini, diamankan dua bilah pisau sangkur, sepucuk pistol Air Gun jenis Mini FN (replika) serta satu mobil Avanza yang digunakan pelaku saat kejadian.

"Awalnya pelaku dan korban bersama seorang teman korban berinisial DS dijemput di kosnya untuk makan bakso di luar di daerah Aceh Besar pada sore hari. Mereka bertiga akhirnya pulang setelah sempat jalan-jalan sebentar," ujar Direktur, Senin (4/11/2019).

Malam harinya, korban pun kembali dihubungi oleh pelaku untuk mengajaknya jalan-jalan. Mawar dan DS pun kembali dijemput pelaku menggunakan mobil dan berjalan ke arah Aceh Besar menuju Meulaboh. Disana, antara korban dan pelaku terlibat percakapan mengenai kejelasan hubungan mereka.

"Di kawasan Lhoknga, teman korban yakni DS yang merasa takut akhirnya turun, perjalanan akhirnya dilanjutkan. Setiba di kawasan Lhoong, Aceh Besar, korban dipaksa untuk mencium pelaku dan memegang kemaluannya namun korban menolak," katanya.

Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan pisau dan menyuruh korban untuk membuka pakaiannya. Jika permintaan itu ditolak, kata Direktur menurut pengakuan Mawar, pelaku akan mengundang teman-temannya untuk memperkosa korban serta menusuk korban.

"Korban sempat merebut pisau itu dan melemparkan ke kursi belakang. Pelaku menghentikan mobilnya dan menyuruh korban turun, tetapi korban tidak mau turun karena takut dengan kondisi jalan yang sepi di daerah Lamno, Aceh Jaya," lanjut Direktur.

Drama pemerkosaan ini pun terus berlanjut. Tersangka SJ, melajukan kembali mobilnya ke arah Meulaboh yang kemudian merebahkan kursi mobil yang diduduki korban. Tersangka SJ langsung membuka pakaian korban secara paksa lalu mengancam korban menggunakan senjata Air Gun yang dimiliki.

Korban yang ketakutan lalu membujuk pelaku agar meletakkan senjata tersebut. Korban pun pasrah dengan apa yang dialami selanjutnya. Usai naik bulan, tersangka SJ mengantar Mawar pulang ke rumah dengan catatan ajakan "jalan-jalan" untuk kedepannya dipenuhi korban.

Saat ini, tersangka SJ masih diamankan di Mapolda Aceh bersama seluruh barang bukti. Saat menggeledah rumah SJ, petugas menemukan senjata Air Gun yang digunakan untuk mengancam korban di dalam sebuah lemari. Sementara sangkur, ditemukan di lokasi terpisah di rumahnya.

"Tersangka dijerat Pasal 289 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan dijerat Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tambah Kombes Pol Agus Sarjito.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Pasalnya, diduga pelaku telah berulang kali melakukan hal yang sama terhadap korban yang berbeda dengan merenggut kesuciannya.

Untuk diketahui, menembak juga merupakan salah satu cabang olahraga di Indonesia. Senjata yang digunakan untuk cabor menembak pun beragam, seperti senjata Air Soft Gun (replika) yang tergolong dalam kelas menembak reaksi.

Senjata Air Soft Gun, biasanya memiliki peluru (bullet) yang terbuat dari plastik. Sementara Air Gun, merupakan jenis senjata yang tergolong berbahaya karena menggunakan peluru berkaliber 4,5mm ke atas yang terbuat dari timah, tembaga atau pun baja.

Senjata olahraga tidak dapat dibawa sembarangan jika tidak berkepentingan. Senjata ini hanya dapat dibawa jika hendak digunakan untuk berolahraga (menembak).

Hal itu juga disebutkan dalam Undang-undang yang mana seseorang dapat dipidana jika disalahgunakan, terlebih lagi jika digunakan untuk melakukan tindak kriminal.()

Komentar

Loading...