Perusahaan Milik WNA Diduga Rusak Terumbu Karang di Pantai Gapang

Aktivitas renovasi pembuatan labuhan boat di Pantai Gapang. Foto: Ist

Banda Aceh - Renovasi atau perombakan lokasi wisata di kawasan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kota Sabang, dinilai telah merusak terumbu karang setempat. Renovasi tersebut untuk perombakan lokasi strategis tempat usaha milik Warga Negara Asing (WNA).

Sekjen LSM Jaringan KuALA, Rahmi Fajri mengatakan untuk mempermudah dan memperlancar usahanya, PT Monster Scuba Diving Center dengan alasan surat permohonan izin pembersihan pantai yang dikeluarkan keuchik setempat, tanpa koordinasi dengan Panglima Laot dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh langsung melakukan pengerukan terumbu karang untuk arena tancapan boat buat di pantai itu.

"Pantai yang dulunya ini indah dipandang mata, sekarang sudah menjadi kulam labuhan boat yang merusak pemandangan indah dan Pantai Gapang," kata Rahmi kepada AJNN, Sabtu (2/11).

Rahmi menyampaikan, pihak DKP Aceh yakni Kasi Konservasi Farouk Alfero meminta perusahaan tersebut untuk segera menghentikan pekerjaannya karena sangat berdampak terhadap kerusakan terumbu karang, apalagi belum memperoleh izin dari DKP Aceh.

"Insyaallah kami akan melakukan kroscek kelapangan bersama pihak terkait dan LSM yang selama ini bekerja diisu laut seperti jaringan KuALA," ujar Rahmi mengutip pernyataan Farouk Alfero.

Kemudian, Rahmi Fajri juga menuturkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat dan anggota Jaringan KuALA di Sabang. Renovasi pembuatan labuhan boat di Pantai Gapang.

Menurut Rahmi, Pemerintah Aceh perlu mengambil tindakan tegas karena sudah merusak lingkungan. Jangan sampai terumbu karang yang dulunya indah, kini dirusak oleh warga negara asing yang mendirikan usaha disana.

"Tindakan tegas itu dengan mempolisikan dan mencabut izin operasional perusahaan tersebut di Sabang," pintanya.

Ia khawatir, aktivits ini nantinya akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat disana yang selama ini bebas melakukan aktivitas di Pantai Gapang, apalagi jika ada batasan-batasan setelah kolam labuhan boat tersebut dibuat.

"Kedepan akan ada saling klaim yang berdampak pada konflik sosial di masyarakat," pungkas Rahmi.

Rahmi juga menyampaikan bahwa persoalan ini juga direspon masyarakat melalui media sosial seperti yang dikirim dalam grup facebook Sabang People's.

Berikut isi tanggapannya:

Selamat pagi Saya hanya ingin melaporkan bahwa telah terjadi pengrusakan lingkungan di pantai Gapang sabang. Salah satu dive center dipantai gapang telah mengeruk pantai gapang hanya untuk memuaskan nafsu mereka (boat paking).

Pantai yang indah itu kini telah dirusak oleh bukan orang sabang sendiri dan bahkan bukan berkewarganegaraan Indonesia. Kini pantai gapang sudah tidak seperti dulu lagi. Mohon pihak dari pemerintah menintak tegas dengan apa yang sudah dibuat oleh mereka.()

Komentar

Loading...