Kaya Manfaat, Daun Kelor Juga Bisa Jadi Yogurt

Manfaat Daun Kelor (Sumber: iStock)

Jakarta Meski yogurt dikenal baik untuk diet, namun sesungguhnya produk tersebut juga mengandung gula dan pemanis lainnya. Namun baru-baru ini, ada inovasi baru yang dikembangkan oleh seorang anak muda di Surakarta yaitu yogurt dengan tanaman daun kelor.

Riset awal yang dilakukan oleh Azkia Rachmah dan rekan-rekannya di Universitas Sebelas Maret Solo menunjukkan bahwa tanaman daun kelor atau moringa oleifera, memiliki manfaat untuk membantu memperbaiki sindrom metabolik.

"Di Surakarta, tanaman kelor adalah tanaman yang sangat sering ditemui. Bahkan di pinggir jalan, di depan halaman rumah, banyak sekali masyarakat yang menanam," kata Azkia ditemui di Jakarta pada Kamis (31/10/2019).

Azkia dan teman-temannya melihat ada potensi dari keberadaan tanaman kelor yang juga banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia ini.

"Kami melakukan riset pendahuluan dan ternyata ada efek bagus. Terlebih untuk GGL (garam, gula, dan lemak) yang lebih terkontrol," kata Azkia kepada Health Liputan6.com.

Lakukan Uji Coba pada Tikus

Dalam riset awal itu, para peneliti melakukan studi untuk melihat kegunaan ekstrak daun kelor pada yogurt terhadap sindrom metabolik atau kumpulan penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat.

Dalam percobaan pada tikus, mereka menemukan bahwa ekstrak daun kelor dalam yogurt ternyata memiliki terbukti bermanfaat.

"Untuk gula darahnya bisa terkontrol, kemudian LDL-HDL juga terkontrol, asam urat menurun ketika itu terlalu tinggi. Dari situ kami tahu bahwa manfaat tanaman kelor itu cukup bagus untuk para pasien sindrom metabolik," kata perempuan 21 tahun ini.

Azkia mengatakan ada alasan tersendiri mengapa yogurt dipilih untuk penelitian ini. Menurutnya, masyarakat saat ini banyak melirik produk tersebut untuk dikonsumsi. Selain itu, yogurt juga dirasa praktis.

"Sehingga kami ingin meningkatkan manfaat dari yogurt itu sendiri dengan manfaat dari tanaman kelor."

Masih Riset Awal

Azkia mengungkapkan, sudah ada beberapa riset di luar negeri yang menemukan bahwa tanaman kelor bermanfaat untuk pasien diabetes. Namun, ini pertama kalinya studi tanaman tersebut untuk pasien sindrom metabolik.

Studi yang dilakukan oleh Azkia dan rekan-rekannya ini hanyalah riset yang masih sangat awal. Ke depannya, Azkia dan rekan-rekannya berkeinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, khususnya untuk khasiatnya pada manusia.

"Ini nanti kami menggunakan responden. Jadi berbeda dengan penelitian-penelitian laboratorium sebelumnya, kita harus melakukan penelitian dengan tetap mengingat memanusiakan manusia," ujarnya.

Untuk yogurt yang mereka buat sebelumnya juga telah diuji secara nutrisi untuk kemudian ditambahkan ekstrak tanaman kelor dan dilakukan penelitian.

Penelitian yang juga didukung oleh Nutrifood Research Grant ini melibatkan tujuh orang mahasiswa peneliti dari Universitas Sebelas Maret. Selain itu, satu dosen dan profesor juga mendampingi dalam studi yang akan dilakukan sekitar satu tahun ke depan.

"Harapan kami adalah yogurt ini bisa diproduksi lebih banyak sehingga makin banyak masyarakat yang juga merasakan manfaat dari yogurt ini. Tidak menutup kemungkinan juga masyarakat yang sehat mengonsumsi ini."

Komentar

Loading...