Sempat Kejar-kejaran Bak Film Laga, 4 Pelaku Curat Ditangkap di Banda Aceh

Foto: Hafiz

Banda Aceh - Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh bersama anggota beberapa Polsek di Banda Aceh menangkap empat pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang beraksi di sejumlah wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Hal ini diketahui saat Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto mengadakan konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (31/10/2019) sore.

Kapolresta hadir didampingi oleh Kasat Reskrim, AKP M Taufiq, Kapolsek Ulee Lheue, AKP Vifa Febriana Sari, Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Andi, Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufal dan Kasubbag Humas, Ipda Zulfikar serta sejumlah anggota lainnya.

Tersangka yang ditangkap berinisial AK, AH, RS dan R yang merupakan warga Banda Aceh, Aceh Besar serta Pidie. Selain empat tersangka, polisi masih memburu seorang tersangka lain berinisial FJ, warga Banda Aceh.

"Kasus curat ini terjadi di sejumlah wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar seperti di Kecamatan Ingin Jaya, Ulee Kareng, Lueng Bata, Darul Imarah dan Krueng Barona Jaya selama bulan Oktober ini," ujarnya.

Para pelaku melakukan aksinya dengan target rumah kosong yang ditinggal pemiliknya. Saat diketahui rumah yang menjadi target telah kosong, mereka pun langsung beraksi dengan mengambil sejumlah barang elektronik berupa televisi, laptop, handphone bahkan hingga emas dan barang lainnya.

"Mereka bekerja menggunakan alat bantu berupa obeng dan linggis untuk mencungkil pintu atau jendela serta membengkokkan teralis besi yang biasanya ada pada jendela," kata Trisno.

Kasus curat pertama kalinya, lanjut Kapolresta, terjadi pada bulan Mei. Namun, kasus semakin banyak terjadi pada bulan Oktober ibu yang kemudian diungkap oleh tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh beserta tim gabungan lainnya.

"Dua orang ditangkap pada 24 Oktober lalu dikembangkan dan ditangkap dua lagi, saat ini seorang tersangka lain masih buron. Mereka ini saling berhubungan meski bukan satu komplotan, barang yang dicuri kemudian langsung dijual ke tempat-tempat yang menampung barang bekas bahkan emas juga," ungkapnya.

Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menyewa dua buah mobil untuk mengangkut barang curian. Mobil yang dirental selama satu bulan itu, kata Kapolresta, terlibat kejar-kejaran dengan petugas dan salah satu mobil mengalami kecelakaan.

"Pelakunya nekat menerobos petugas yang menghalangi mobil itu saat kabur, akhirnya dapat diamankan. Saat ini penadahnya 6 orang masih diamankan dan diperiksa lebih lanjut," jelasnya

Diperkirakan, seluruh barang hasil curian bernilai Rp 160 juta. Hingga kini pun polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.

"Motifnya ekonomi, namun masih didalami lebih lanjut karena diduga kuat ingin main judi online dan keperluan lain. Mereka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," tambah Trisno.()

Komentar

Loading...