Tekait Penungkapan Kasus Prostitusi Terselubung, Ini Kata Manajemen Hotel

Tekait Penungkapan Kasus Prostitusi Terselubung, Ini Kata Manajemen Hotel
Foto:AcehBisnis

Banda Aceh - Pada Minggu (22/10/2017) dinihari sekira pukul 00.30 WIB, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengungkap kasus prostitusi terselubung di Banda Aceh.

Polisi mengamankan seorang tersangka berinisial AI bersama enam orang wanita muda yang diduga menjadi korban untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berasal di salah satu hotel ternama berinisial GN di Banda Aceh.

Selain pelaku dan enam perempuan yang saat ini berstatus sebagai saksi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa belasan unit telepon seluler milik pelaku dan saksi, sebuah dompet milik pelaku dan uang tunai sejumlah Rp 3,3 juta.

Saat ini pelaku dan barang bukti masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lanjut, termasuk mencari seorang pelaku lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

Sementara itu, pihak hotel GN mencoba mengklarifikasikan kronologis yang sebenarnya mengenai pengungkapan kasus yang terjadi, terkait adanya pemberitaan di sejumlah media sosial.

General Manager Hotel GN, M Hartanto Budiman mengatakan, ÔÇÄpihaknya mengumpulkan data di lapangan dengan memanggil petugas keamanan hotel (satpam/security) yang bertugas pada saat kejadian, guna meminta keterangan kronologis yang diketahui sebenarnya.

"ÔÇÄMenurut keterangan satpam, pada Minggu dinihari masuk sebuah mobil Avanza dan parkir sambil memantau keadaan, ternyata 20 menit kemudian seorang polwan dengan pakaian preman merangkul dua orang perempuan yang diduga sebagai PSK," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (23/10/2017).

Dijelaskannya, polwan tersebut langsung membawa kedua perempuan itu ke mobil Avanza guna dibawa petugas. Sementara, saat itu ada seorang pria bermotor masuk. Saat melihat banyak personel kepolisian termasuk intel, pria tersebut langsung putar arah dan kabur, serta terjadi penembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali.

"ÔÇÄTetapi si pria tersebut langsung kabur, sedangkan germonya sudah memang dibuntuti petugas dari awal. Jadi tidak benar ada penggerebekan kamar di hotel," kata pria yang akrab disapa Tanto tersebut.

Tanto juga menekankan bahwa pihaknya tidak pernah menerima tamu yang tidak jelas di hotel tersebut dan pihaknya berkomitmen akan hal itu. "Dari dulu kami komit tidak akan menerima tamu yang tidak jelas," katanya.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh