Sertifikat Tanah Belum Dikeluarkan, Geuchik Kuala Langsa Pertanyakan Alasan BPN

Sertifikat Tanah Belum Dikeluarkan, Geuchik Kuala Langsa Pertanyakan Alasan BPN
Foto: Istimewa

Langsa, AcehBisnis.com - Geuchik Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Rusmadi, SKM mempertanyakan alasan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa tidak mengeluarkan sertifikat tanah kepada warganya yang telah dilakukan pengukuran sebelumnya, Kamis (12/3/2020).

Pasalnya, tanpa alasan yang jelas sampai saat ini sebanyak 314 titik bidang tanah warga Kuala Langsa yang telah dilakukan pengukuran oleh BPN sendiri tahun 2019 lalu belum dikeluarkan. Padahal pengalihan status tanah dari pemerintah Kota Langsa kepada masyarakat Kuala Langsa untuk pengurusan sertifikat sudah disepakati.

"Tahun 2018 dan 2019 lalu kita sudah duduk membahas status tanah Gampong Kuala Langsa yang dialihkan kepada masyarakat. Bahkan sudah disepakati oleh KPH3, Pemko Langsa, BPN Langsa dan masyarakat Kuala Langsa sendiri, untuk diberikan kuota Prona sertifikat sebanyak 460 titik, dan sebanyak 314 titik sudah dilakukan pengukuran, namun sampai saat ini belum juga dikeluarkan sertifikat," sebut Rusmadi.

Menurut Rusmadi, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan jawaban dari pihak BPN Langsa, walaupun dirinya bersama warga telah mendatangi langsung BPN. Karena petugas BPN yang menyambut kehadiran dirinya bersama warga beralasan tidak memiliki kewenangan untuk menjawab permasalahan tersebut.

"Kondisi ini sudah saya laporkan juga kepada Pemko Langsa dan DPRK Langsa, semoga ada jawaban yang jelas dan masyarakat Kuala Langsa mendapatkan kepastian atas sertifikat tanah yang mereka tempati selama ini," ungkap Rusmadi.

Kasubsi Pengukuran BPN Langsa, Dedi ketika menerima kedatangan Geuchik Kuala Langsa bersama warga di kantor setempat mengakui, bahwa pihaknya telah melakukan pengukuran tanah warga Kuala Langsa sebanyak 314 titik bidang tanah.

"Namun, terkait dokumen sertifikat yang belum dikeluarkan sampai saat ini, kami belum bisa memberikan jawabannya, karena itu bukan kewenangan kami. Tapi saya akan koordinasi dengan pimpinan untuk melaporkan perihal ini nantinya," sebut Dedi.

Sementara itu Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latif dalam konfirmasinya mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengaduan Geuchik Kuala Langsa bersama warga terkait pengurusan sertifikat tanah yang tidak dikeluarkan oleh BPN.

"Laporan ini akan segera kita tindak lanjuti, kita akan membahas masalah ini secara internal dan akan mengambil langkah-langkah penyelesaian dengan sebaik mungkin," sebut Zulkifli. (Syahrial)

Teks Foto : Warga Gampong Kuala Langsa bersama Geuchik saat mendatangi kantor BPN Langsa.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh