Rupiah Dijaga Ketat Biar Nggak Babak Belur karena Corona

Rupiah Dijaga Ketat Biar Nggak Babak Belur karena Corona
Foto: Muhammad Ridho/detik.com

Jakarta, Acehbisnis.com - Bank Indonesia (BI) melakukan tripel intervensi untuk melindungi nilai tukar rupiah dari dampak wabah corona yang terjadi di berbagai negara.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bank sentral berupaya melakukan intervensi untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS agar sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Ada sejumlah kebijakan yang ditempuh oleh BI untuk perlindungan terhadap rupiah. Apa saja?

Perry menjelaskan, BI juga meningkatkan intensitas intervensi di pasar spot, Surat Berharga Negara (SBN) atau transaksi lindung nilai melalui domestik non deliverable forward (DNDF).

"BI juga meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan, tripel intervensi agar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, kami juga melakukan intervensi di pasar spot DNDF dan pembelian SBN di pasar sekunder," kata Perry di Gedung BI, Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan sejak awal tahun hingg 27 Februari 2020, BI telah menggelontorkan Rp 103 triliun untuk membeli SBN di pasar sekunder. Sebanyak Rp 80 triliun bahkan dikeluarkan saat terjadi virus corona di pekan terakhir Januari.

"Kita meningkatkan volume transaksi di spot, DNDF, dan pasar SBN agar pasar semakin yakin BI selalu di pasar melakukan komitmen melalui tripel intervensi," jelasnya.

Perry pun menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan intervensi tersebut tanpa batasan tertentu (unlimited). Hal ini juga bertujuan agar investor tetap yakin untuk menaruh dananya di pasar keuangan domestik.

"Tidak (tidak ada limit). Tujuan kami stabilkan nilai tukar rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar. Kami yakinkan pasar tetap confident. Kami pastikan intervensi di spot, DNDF, SBN. Alhamdulillan sekarang semakin baik kondisi pasar valasnya," jelas dia.

Berdasarkan data reuters, dolar AS tercatat Rp 14.182. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) tercatat Rp 14.413.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan rupiah. Pelemahannya sendiri diyakini merupakan imbas dari global yang terpengaruh virus corona.

Perry menjelaskan triple intervensi adalah upaya yang dilakukan BI di berbagai pasar untuk menstabilkan rupiah termasuk melalui Domestic Non Delivery Forward (DNDF). BI juga telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.

"Sejauh ini kami laporkan juga, BI sudah membeli SBN dari pasar sekunder sejumlah Rp 103 triliun ytd (sejak awal tahun). Di mana Rp 80 triliun itu kami beli sejak terjadinya corona virus yang ini kemudian investor global itu melepas. Itu langkah-langkah koordinasi yang kami lakukan," terangnya.

Perry sendiri padi tadi dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan. Dia dipanggil bersama dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

"Dari sisi Bank Indonesia sebagai mana kita ketahui, kita sudah turunkan suku bunga. Kemudian juga merelaksasi atau mengendorkan kebijakan makroprudensial dan terutama terus melakukan langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan, khususnya nilai tukar dan pasar SBN. Kami terus melakukan yang kita sebut tripleintervensi," tuturnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Airlangga menambahkan bahwa mereka dipanggil Jokowi untuk membahas terkait update situasi terkini termasuk perekonomian global.

"Di mana memang global marker semuanya turun, tetapi mulai recover artinya tidak sedalam yang diperkirakan dan ada beberapa hal yang menjadi faktor utama yang tentunya terkait dengan corona virus. Tentu ini yang menjadi langkah-langkah yang harus diantisipasi pemerintah," kata Airlangga.

Sumber:detik.com
HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh