Penurunan Harga BBM Jadi Panasea Saat Corona Melanda

Penurunan Harga BBM Jadi Panasea Saat Corona Melanda
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina

Jakarta, Acehbisnis.com -  Penurunan harga bahan bakar minyak dipercaya dapat mendongkrak ekonomi Indonesia yang sedang tekanan akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menjelaskan bahwa penurunan harga BBM dapat memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dan terlebih karena efek Covid-19.

Menurutnya, jika diterapkan secara konsisten, maka dapat membebaskan pemerintah dari beban subsidi BBM, bahkan subsidi energi yang dampaknya akan bagus untuk kesehatan fiskal atau APBN.

“Pemerintah mesti konsisten dan tidak politis dalam arti, saat harga minyak rendah, harga BBM turun, saat nanti ada pergerakan harga naik, ada evaluasi lagi dan harga bbm juga dapat disesuaikan di tingkatan harga yang baik untuk daya beli masyarakat maupun APBN,” katanya kepada Bisnis, Rabu (18/3/2020).

Staf pengajar Universitas Trisakti ini menjelaskan, penurunan harga BBM dalam waktu dekat memungkinkan untuk dilakukan dan rasional.

Pasalnya, proyeksi harga minyak pada semester I/2020 diproyeksikan lebih rendah dari US$40 per barel secara rata-rata. Sementara itu, pada semester II/2020, harganya minyak dunia diprediksi hanya akan naik sedikit pada level di bawah US$50 barel secara rata-rata.

“Semua produk BBM bisa turun harganya. Kemungkinan bisa dijual di harga keekonomiannya dengan tanpa subsidi,” jelasnya.

Adapun, pemerintah menetapkan acuan harga minyak (ICP) APBN 2020 sebesar US$63 per barel.

Senada, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan penurunan harga BBM dinilai bisa membantu beban perekonomian masyarakat dan menggerakkan kembali roda ekonomi nasional yang tertekan oleh virus covid-19.

Selain itu, harga BBM yang murah dapat membantu sejumlah sektor di antaranya adalah transportasi, industri pada karya dan pada modal, sehingga harapannya dapat menumbuhkan ekonomi domestik.

“Selain itu juga,harapan saya ini menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk menarik para pengguna Premium ke BBM jenis Pertamax series dengan disparitas harga yang tidak terlalu tinggi dengan Premium maupun Pertalite,” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan harga minyak dunia hingga saat ini masih bergerak pada tren pelemah, sehingga secara langsung akan membuat harga minya pada April 2020 seharusnya mengalami penurunan.

“Memang penurunan harga sepertinya tidak akan signifikan mengingat perlemahan depresiasi rupiah terhadap dollar AS yang cukup dalam,” jelasnya.

Sumber:Bisnis.com
HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh