Gara-Gara Virus Corona, Begini Sholat Jumat di Arab dan Negara Lain

Gara-Gara Virus Corona, Begini Sholat Jumat di Arab dan Negara Lain
Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na/Gara-Gara Virus Corona, Begini Sholat Jumat di Arab dan Negara Lain

Jakarta, Acehbisnis.com - Virus corona yang masih jadi masalah kesehatan terbesar di dunia, ternyata mempengaruhi pelaksanaan Sholat Jumat di sejumlah negara. Di Indonesia, Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah mengingatkan sejumlah upaya untuk mencegah penularan virus corona atau COVID-19.

"Kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan panik tapi jangan juga dianggap enteng, jangan meremehkan. Karena itu saudara-saudaraku harap memperhatikan pesan berikut ini," kata Anies dalam pesan suara yang diterima detikcom.

Ini langkah yang disarankan Anies Baswedan pada jamaah Sholat Jumat,

1. Pada saat Sholat Jumat atau sholat berjamaah lainnya bawalah sajadah sendiri atau saputangan untuk sujud

2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas

3. Untuk sementara hindari jabat tangan, cium pipi, dengan menggunakan metode lain untuk saling sapa tanpa bersentuhan fisik

4. Jika sedang flu dan batuk pakailah masker

5. Jika tiba-tiba ingin batuk atau bersin tutupi hidung dan mulut dengan tisu atau lipatan siku tangan.

Sejumlah negara punya cara sendiri untuk mencegah penularan virus corona tanpa melupakan kewajibannya terhadap Allah SWT. Dengan upaya ini diharapkan penularan virus corona bisa dicegah sedini mungkin.

Berikut upaya yang dilakukan beberapa negara terkait Sholat Jumat dan Virus Corona,

1. Himbauan Dewan Masjid Indonesia atau DMI

DMI menghimbau masjid melakukan Sanitasi Siaga untuk menjaga kebersihan dan mencegah virus corona. Langkah tersebut adalah:

a. Menjaga kebersihan lantai dengan cairan disinfektan

b. Menjaga kebersihan karpet dan alas sholat lainnya dengan rutin. Penggunaan vacuum cleaner atau alat pembersih lain sangat dianjurkan

c. Menjaga kebersihan tempat wudhu' dan toilet dengan cairan disinfektan

d. Menghimbau jemaah membawa sajadah, sapu tangan, atau kain bersih sendiri sebagai alas sujud

e. Meminta jemaah yang sedang batuk, demam, dan mengalami gejala sakit seperti flu agar melaksanakan shalat di rumah hingga sembuh.

f. Ikut mengawasi penyebaran virus corona atau COVID-19 dan tanggap jika ada warga yang dicurigai terdampak virus corona, khususnya di sekitar masjid atau mushola.

2. Mempersingkat khotbah Jumat di Malaysia

Malaysia menilai pandemi virus corona atau COVID-19 masih bisa dikendalikan, sehingga tidak perlu meniadakan sholat Jumat. Namun khotbah dipersingkat dan jamaah disarankan pakai masker. Sedangkan bagi yang sakit tidak perlu ikut Sholat Jumat.

3. Sholat Jumat hanya 15 menit di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi akan membatasi durasi sholat Jumat, termasuk khotbah, tak lebih dari 15 menit. Ini merupakan upaya pencegahan virus Corona di Arab Saudi. Dengan pembatasan tersebut, jarak azan dan ikamah menjadi hanya 10 menit di semua masjid di Arab Saudi.

4. Palestina batalkan Sholat Jumat

Tujuh kasus virus corona di Betlehem membuat otoritas Palestina menutup gereja dan masjid selama dua pekan. Pemerintah Palestina juga membatalkan salat Jumat di 27 masjid di wilayah Bethlehem. Upaya ini merupakan langkah untuk menghadapi dan mencegah virus corona.

5. Singapura meniadakan Sholat Jumat

Otoritas Singapura menutup sementara 70 masjid selama lima hari, sehingga bisa dibersihkan untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona atau COVID-19. Ibadah salat Jumat juga akan ditiadakan pada Jumat (13/3/2020) waktu setempat.

6. Pembatalan Sholat Jumat di Iran

Iran memutuskan pembatalan Sholat Jumat di puluhan kota, termasuk ibu kota Teheran. Pembatalan ini diumumkan di tengah semakin merebaknya wabah virus corona di negara tersebut. Selain Teheran, ada 21 kota lainnya yang membatalkan Sholat Jumat misal Qom dan Mashhad.

Sumber:detik.com
HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh