Antisipasi Penyebaran Covid-19, BI Aceh Tutup Layanan Sistem Pembayaran Tunai

Antisipasi Penyebaran Covid-19, BI Aceh Tutup Layanan Sistem Pembayaran Tunai
BI Aceh Tutup Layanan Sistem Pembayaran Tunai

Banda Aceh, Acehbisnis.com - Mencermati tentang perkembangan penyebaran COVID-19 di Indonesia, Bank Indonesia (BI) telah melakukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen dan mitigasi implikasi penyebaran COVID-19. 

Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, BI berkomitmen tetap menyelenggarakan tugas dan layanan publik untuk memastikan terjaganya stabilitas moneter, stabilitas keuangan, terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal dan efisien serta memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat. 

"Pelaksanaan tugas dan layanan publik itu dilaksanakan dengan memerhatikan penerapan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dari sisi pegawai Bank Indonesia, maupun masyarakat atau pihak yang berinteraksi dengan Bank Indonesia," ujarnya Selasa (17/2/2020).

Sejalan dengan upaya antisipasi dampak penyebaran COVID-19 serta dalam menjaga keberlangsungan tugas, BI Aceh menetapkan antara lain mekanisme bekerja dari rumah (work from home) bagi pegawai dengan cara bergantian dan sesuai kebutuhan. 

Kantor BI Aceh, menerapkan berbagai mekanisme pencegahan penyebaran COVID-19 mengikuti imbauan pemerintah dan protokol WHO antara lain dengan pengukuran suhu, penyediaan hand sanitizer dan menjaga jarak interaksi sosial (social distancing).

"Kegiatan Kantor BI Aceh yang tetap beroperasi normal yaitu Layanan BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) serta Layanan penarikan dan penyetoran uang Rupiah dari perbankan/PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah)," jelasnya.

Untuk sementara waktu, beberapa kegiatan tertentu akan ditiadakan terhitung mulai 18 Maret 2020 besok seperti layanan sistem pembayaran tunai yang mencakup layanan kas keliling dan layanan penukaran uang rusak dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan di Kantor BI Aceh. Lalu, juga layanan publik seperti ekskursi, study visit serta layanan perpustakaan. 

"BI Aceh akan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan bahwa uang Rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang Rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran COVID-19," katanya.

Langkah yang dilakukan seperti karantina selama 14 hari terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat. 

Lalu, memperkuat higienitas SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang Rupiah dan elakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang Rupiah dengan memerhatikan aspek K3 dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang Rupiah. 

"Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga higienitas dalam aktivitas sehari-hari antara lain dengan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer setelah berinteraksi dengan uang Rupiah," ungkapnya.

"BI Aceh akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan otoritas lainnya guna mencermati dan memantau perkembangan penyebaran COVID-19 termasuk implikasinya terhadap perekonomian Aceh," tambah Arifin.()

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh