Heboh Threesome ‘Bu Guru’ di Bali, Perilaku Seks Seperti Apakah Itu?

Ilustrasi Foto Pemerkosaan dan Kejahatan Seksual (iStockphoto)

Jakarta - Kasus threesome kembali muncul dan kali ini dilakukan oleh oknum guru honorer di Buleleng, Bali. Parahnya, guru bahasa Indonesia bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) dan pacarnya mengajak salah satu muridnya untuk melakukan perilaku seks menyimpang tersebut.

Ulah sang guru terbongkar karena kabar tersebut telah beredar di sekolah. Hal ini pun terdengar oleh orang tua korban dan melaporkannya ke polisi.

Saat ditangkap, Novi mengakui perbuatannya yang mengajak muridnya yang berusia 15 tahun untuk melayani pacarnya, AA Putu Wartayasa (36). Hingga saat ini, korban merasa tertekan serta trauma dan sudah dibawa berkonsultasi ke psikiater anak untuk menghilangkannya.

Threesome populer sebagai aktivitas seksual yang melibatkan tiga orang. Menurut situs Your Tango, kegiatan ini adalah fantasi seks yang dinilai tidak lazim. Selain itu juga diragukan dapat memuaskan semua pihak yang ikut. Hal ini karena, pasti ada rasa canggung dan mungkin berisiko kecanduan atau tertular penyakit seksual.

April Masini, ahli hubungan sekaligus penulis mengatakan, threesome bisa populer karena dapat meningkatkan rasa percaya diri. Pada bayangan seseorang, ia akan merasa penting jika bisa berhubungan dan mendapatkan perhatian dari dua orang sekaligus, baik laki-laki ataupun perempuan.

"Orang-orang yang rendah diri sering merasa bila jadi bagian dari threesome akan membuatnya lebih menarik secara seksual dan juga diminati karena punya pengalaman," kata April.

Seksolog dr Heru Oentoeng, SpAnd beberapa waktu lalu menyebutkan, threesome ini belum tentu bisa dikategorikan sebagai gangguan seksual. Kecuali jika ada paksaan untuk mendapatkan kepuasan seksual dan lainnya.

"Jadi kita tidak bisa mengatakan itu sebagai gangguan. kita kan nggak tahu bagaimana sampai terjadi kasus seperti itu kecuali ada kasus pemaksaan, Kalau diiming-imingi uang dan HP kan itu salah satu bentuk rayuan. seolah-olah memaksa dalam arti ada imbalan, itu sudah termasuk dalam kategori nggak benar," jawabnya.

Komentar

Loading...