Sering Sakit Perut Bagian Bawah? Perhatikan 7 Penyebabnya

Sering Sakit Perut Bagian Bawah? Perhatikan 7 Penyebabnya Foto: shutterstock

Jakarta - Rasa sakit perut di bagian bawah pasti pernah dialami banyak orang. Mulai dari rasa sakit yang ringan, kram atau rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di area sekitar pusar pasti pernah kalian alami.

Dalam dunia medis, sakit perut sebelah bawah biasanya disebut sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa dialami pria maupun wanita, walau lebih sering ditemui pada wanita.

Mengetahui penyebab sakit perut bawah penting agar bisa cepat diatasi dan disembuhkan. Berikut 7 hal yang mungkin menyebabkan sakit perut bagian bawah seperti dirangkum detikHealth:

1. Gejala Penyakit Usus Buntu

Usus buntu yang meradang biasanya pertama kali dirasakan di area sekitar pusar. Rasa sakitnya bisa tiba-tiba muncul dan menghilang, dan tiba-tiba bergerak ke perut sebelah kanan.

Rasa sakitnya juga akan semakin menjadi dalam waktu 24 jam. Selain rasa sakit di area perut bagian bawah, kalian juga akan merasa mual, diare dan demam.

2. Radang Perut

Kondisi radang perut (gastritis) atau bisul bisa dirasakan di perut bagian bawah tengah. Rasa sakitnya terasa panas dan membakar di bagian perut.

Gejala lainnya antara lain mual, gangguan pencernaan, sendawa dan muntah. Jika sampai mengalami muntah darah hingga feses berwarna hitam, segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

3. Gangguan Kandung Kemih

Gangguan kandung kemih ditandai dengan rasa sakit di perut bagian bawah tengah. Salah satu gejala utamanya adalah rasa kram dan terbakar saat atau setelah buang air kecil.

Gejala lainnya adalah rasa ingin buang air kecil terus-menerus, menemukan darah di urin, merasa lelah dan lemas.

4. Dysmenorrhea

Dysmenorrhea atau rasa sakit saat menstruasi biasanya ditandai dengan kram dan nyeri di perut bagian bawah tengah. Tapi rasa sakitnya juga bisa menyebar ke bagian kanan atau kiri perut.

5. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana telur yang sudah dibuahi tidak bisa mencapai rahim dan justru tumbuh di tuba fallopi. Kehamilan ini tidak bisa dilanjutkan dan harus ditangani dengan operasi.

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa mengancam nyawa ibu dan juga kemungkinannya untuk dapat hamil kembali.

6. Endometriosis

Lapisan dari endometrium (dinding rahim) kadang bisa ditemukan di area perut dan panggul yang kemudian menyebabkan rasa sakit ketika menstruasi.

Rasa sakit yang dialami umumnya di perut bagian tengah. Tapi karena ovarium dan tuba fallopi juga tempat yang umum mengalami endometriosis, rasa sakitnya bisa menyebar ke perut bagian kanan dan kiri.

7. Radang Panggul

Penyebab sakit perut bagian tengah lainnya adalah radang panggul. Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang terjadi di rahim, tuba fallopi atau ovarium.

Rasa sakitnya terbilang ringan tapi bisa diikuti dengan rasa sakit yang lebih parah dan demam. Gejala lainnya adalah munculnya darah dan rasa sakit saat berhubungan intim (dyspareunia) atau ketika buang air kecil.

Komentar

Loading...