BNNP Aceh: Jangan Bermimpi Maju dalam Bingkai Syari’ah Kalau Narkoba Tak Serius Ditanggani

Foto: Istimewa

Banda Aceh - Melihat permasalahan narkoba di Aceh, semua pihak dinilai perlu mengambil peran. Dalam hal ini, UKM juga siap membantu klien rehabilitasi yang merupakan mantan penyalahguna narkoba untuk berkumpul dan akan diberdayakan melalui pelatihan life skill dan akan disalurkan ke UKM yang disesuaikan dengan programnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Wildan saat membuka kegiatan pertemuan ke-75 FAMe (Forum Aceh Menulis) yang bertema “Literasi Narkoba, Menyikap Seluk-beluk Bisnis Narkoba dan Dampak Buruknya bagi Masyarakat Aceh”  di Gedung Aula Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Selasa (15/10/2019).

Menurut dia, permasalahan Narkoba di Aceh saat ini sudah sangat darurat, sehingga perlu upaya bersama dalam menghadapinya. "Karena kalau tidak, maka kita akan mengalami kehancuran, karena kehilangan generasi kita,"katanya.

Wildan juga menjelaskan, pihaknya dan BNNP Aceh akan membuat MoU mengenai upaya memberi bantuan terkait Layanan Life Skill dan Fasilitasi Usaha Mikro yang disesuaikan oleh Pihak Dinas Koperasi dan UKM Aceh, bagi Klien Rehabilitasi BNNP Aceh. "Insya Allah, akan dilakukan penandatanganan MoU tersebut Minggu depan,”ungkap Wildan.

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Faisal Abdul Naser mengatakan, Aceh sangat darurat narkoba saat ini sudah masuk fase "Lampu Merah Narkoba". Maka, jangan bermimpi kita bisa maju dalam Bingkai Syari'ah kalau permasalahan narkoba ini tidak serius dihadapi.

“Ini sudah bahaya total keadaan kita sekarang, saat ini, di Kampus kampus di Aceh ini sudah banyak mahasiswa dari luar daerah, para pekerja di swasta pekerjanya juga dari luar daerah,”kata Faisal.

"Lihatlah di Kampus USYIAH, itu Mahasiswa luar Aceh lebih banyak dari anak anak Aceh sendiri, itu perusahaan swasta yang ada di Aceh, pekerja nya lebih banyak dari luar Aceh, ini permasalahan serius" imbuhnya.

Ia menyatakan, Aceh Syariah Islam, namun keadaan darurat narkoba di Aceh saat ini, membuat kita jauh dari Syariat Islam, Aceh ini tanah bersyariat, namun jangan sampai rusak karena narkoba.

"Aceh ini harus dibebaskan dari narkoba, jangan sampai kita mengatakan Aceh Bersyariat Islam namun dikotori dengan Narkoba" tegas Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal AN yang didampingi oleh Kabid Rehabilitasi Sayuti, dan Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra.

Ia melanjutkan, tidak pernah ada kita tangkap Penyalahguna Narkoba dan Pelaku Peredaran Gelap Narkoba yang kita tangkap di Aceh ini adalah Orang luar Aceh, "Tidak ada, semua yang kita tangkap adalah orang Aceh sendiri".

"Ini menunjukkan Aceh sudah sangat parah darurat narkoba" tegas Jenderal Polisi Bintang Satu ini.

Saya sudah sampaikan ke Kemenkumham agar setiap orang Aceh yang di tangkap di luar Aceh karena kasus narkoba, jangan dikirim/dipindah lagi ke Aceh, biar diluar daerah saja. Jangan sampai setelah balik ke Aceh malah mempengaruhi para penghuni Lapas lainnya untuk menjadi penyalahguna narkoba dan terlibat peredaran gelap narkoba di dalam penjara.

"Karena ini akan semakin memperparah permasalahan narkoba di Aceh ini, kalau tidak segera kita cegah,"pungkasnya.()

Komentar

Loading...