Apa Kunci Prabowo Bisa Bantu Ekonomi Jokowi Meroket 10%?

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berswafoto di Istana Negara, Jumat (11/10/2019). - Instagram @jokowi

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menemui Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibicarakan, termasuk kemungkinan Gerindra masuk ke koalisi pemerintah.

Pertemuan berlangsung selama satu jam di Istana Negara, jelang akhir pekan lalu, Jumat (11/10/2019).

Prabowo mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin bila diperlukan. Bahkan untuk mendorong ekonomi bisa tumbuh tinggi.

Untuk informasi, ekonomi di era Jokowi hanya tumbuh di kisaran 5%, stuck.

"Kami siap kalau diperlukan dan siap memberikan gagasan dan mendorong ekonomi tumbuh double digit (10% atau lebih). Kami siap membantu," ujar Prabowo.

Sebenarnya,janji Prabowo yang membantu Jokowi ini sudah diutarakannya sejak kampanye beberapa waktu lalu. Bersama Sandiaga Uno sebagai Cawapres, Prabowo yang maju jadi RI-1 berjanji membawa ekonomi tumbuh 8% terlebih dahulu.

"Prabowo memang sejak dahulu ingin pertumbuhan double digit. Tapi para ekonom yang membantu dia, termasuk saya mengingatkan, dalam 5 tahun ke depan, landasan ekonomi untuk take off 2 digit masih belum ada," kata Dradjad Wibowo yang pernah menjadi Tim Ekonomi Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga.

Sayangnya, menurut Dradjad melihat rezim ekonomi seperti ini sangat kecil peluangnya. Walaupun, menurut Dradjad bukanlah hal yang mustahil membawa pertumbuhan ekonomi 10%.

"Bukan mustahil, tapi kecil peluangnya jika rezim ekonomi seperti ini. Dan syarat pertamanya, target pertumbuhan 8% harus bisa dicapai dalam periode 2019-2024. Itu non-negotiable. Jadi jelas perlu perubahan radikal dalam visi ekonomi Indonesia. Tidak hanya mengikuti buku teks IMF/Bank Dunia," paparnya.

Bagaimana caranya?

Komentar

Loading...