Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 11 Oktober 2019

Teller menukarkan mata uang dolar ke rupiah di Jakarta, Jumat (2/2). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di level Rp13.700 hingga Rp13.800.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Jumat (11/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen di level Rp14.130 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/10/2019), nilai tukar rupiah berhasil rebound dan berakhir terapresiasi 23 poin atau 0,16 persen di level Rp14.150 per dolar AS seiring dengan melemahnya indeks dolar AS.

Pada Kamis (10/10), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup melemah 0,42 persen atau 0,417 poin di level 98,701.

Pergerakan indeks dolar kemudian terpantau beringsut ke zona hijau dan naik tipis 0,02 persen atau 0,015 poin ke level 98,716 pagi ini, Jumat (11/10), pada pukul 07.55 WIB.

Mampukah rupiah mempertahankan penguatannya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

10:07 WIB
Pukul 09.58 WIB: Kurs Rupiah Menguat 10 Poin
Nilai tukar rupiah menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.140 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,048 poin atau 0,05 persen ke posisi 98,653.

09:00 WIB
Pukul 08.55 WIB: Kurs Rupiah Menguat 13 Poin
Nilai tukar rupiah menguat 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.137 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,022 poin atau 0,02 persen ke posisi 98,679.

08:11 WIB
Kurs Rupiah Dibuka Menguat 20 Poin
Nilai tukar rupiah diprediksi mempertahankan penguatan pascaberbalik naik dalam perdagangan kemarin, Kamis (10/10/2019).

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan rupiah masih akan bergerak terapresiasi pada perdagangan Jumat (11/10/2019) di kisaran Rp14.110 per dolar AS hingga Rp14.175 per dolar AS.

Ahmad Yudiawan mengatakan bahwa rilis notulen pertemuan The Fed yang memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin telah menjadi penopang untuk rupiah berbalik menguat.

“Sentimen tersebut membuat dolar AS bergerak melemah sehingga rupiah menguat bersama dengan aset berisiko lainnya,” ujar Yudi kepada Bisnis, Kamis (10/10/2019).

Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak melemah cukup dalam sebesar 0,42% menjadi 98,702.

Selain itu, pasar juga tertuju pada negosiasi perdagangan tatap muka pertama antara AS dan China sejak Juli lalu, yang akan dimulai pada Kamis (10/10/2019) waktu AS. Pasar merespon Pemerintah China yang memberikan komentar positif, yaitu terbuka untuk berdiskusi mencapai kesepakatan dagang.

Komentar tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap damai dagang sehingga berhasil membawa mayoritas aset berisiko bergerak di zona hijau setelah sebelumnya bergerak dalam tekanan.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa perdana Menteri Boris Johnson yang telah mengisyaratkan akan meminta perpanjangan batas waktu Brexit dari 31 Oktober juga menjadi sentimen rupiah.

Selain itu, dari dalam negeri, dia mengatakan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia yang merasa optimistis dana repatriasi sebesar Rp147 triliun tidak akan lari keluar negeri menjadi penopang rupiah.

Dengan keyakinan pemerintah tersebut dinilai juga berhasil membawa arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri sehingga mata uang garuda berada di zona positif.

Dia memprediksi rupiah dalam perdagangan akhir pekan kemungkinan masih akan menguat karena faktor eksternal yang masih mendukung pasar di kisaran Rp14.110 per dolar AS hingga Rp14.176 per dolar AS.

Rupiah ditutup berbalik menguat pada perdagangan Kamis (10/10/2019) dipicu rilisnya notulen pertemuan kebijakan Federal Reserve periode bulan lalu yang memutuskan untuk kembali memangkas suku bunga acuan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berhasil ditutup menguat 0,163% atau 23 poin menjadi Rp14.150 per dolar AS, menjadi penguatan terbaik ketiga di antara mata uang Asia lainnya.

Komentar

Loading...