Prospek Kesepakatan AS-China Memudar, Minyak Mentah Melemah

Putra mahkota ingin Saudi tidak lagi sangat tergantung pada minyak bumi. (Getty Images)

Jakarta – Harga minyak mentah melanjutkan pelemahan ke level terendah dalam dua bulan menyususl memudarnya prospek penyelesaian sengketa perdagangan AS-China.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November terpantau melemah 0,44 persen atau 0,23 poin ke level US$52,4 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (9/10) pukul 06.39 WIB, terendah sejak 7 Agustus.

WTI sebelumnya ditutup tergelincir 0,12 poin ke level US$52,63 per barel pada akhir perdagangan Selasa (8/10).

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Desember ditutup turun 0,11 sen ke level US$58,24 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, para pejabat AS sedang membahas pembatasan aliran modal ke China dalam perkembangan terakhir perang perdagangan antar kedua negara, menjelang pertemuan pekan ini.

Sementara itu, Beijing masih membuka opsi tindakan balasan setelah Washington memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam perdagangannya.

Gesekan perdagangan telah merusak harga minyak karena dampaknya yang menekan permintaan global terhadap bahan bakar, bahan kimia, dan plastik yang terbuat dari minyak mentah.

Bahkan serangan yang melumpuhkan pada instalasi minyak utama Arab Saudi bulan lalu tidak cukup untuk menaikkan harga minyak secara berkelanjutan.

Sementara itu, American Petroleum Institute melaporkan kenaikan 4,13 juta barel dalam stok minyak mentah AS pekan lalu. Persediaan Cushing, Oklahoma, naik 1,24 juta barel, sementara persediaan bensin dan minyak suling turun.

Komentar

Loading...