Hingga 2019, Dinas ESDM Aceh Sudah Keluarkan 450 Izin Pertambangan

acehbisnis.comilustrasi Galian C

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Kadiv Advokasi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung mengatakan, jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral non logam dan batuan atau galian C di Provinsi Aceh hingga 2019 mencapai sebanyak 450 izin.

"Dari total izin tersebut sebanyak 81 IUP eksplorasi, 344 operasi produksi, dan 25 izin operasi produksi khusus pengolahan (IUPK) yang tersebar hampir di 23 kabupaten/kota se Aceh,"kata Hayatuddin di Banda Aceh.

Peryataan tersebut disampaikannya disela-sela kegiatan diskusi mengenai optimalisasi pemerintah dalam mendorong tata kelola sektor galian C di Aceh, di Aula Dinas ESDM Aceh, Rabu (9/10).

Nara sumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, Aspidum Kejati Aceh, Muhibuddin, Subdit Tipiter IV Polda Aceh, Iptu Sujono dan Asisten Ombudsman Aceh, Ilyas Isti.

"Dengan begitu banyaknya izin galian C di Aceh, maka perlu dilakukan pengawasan bersama oleh seluruh stakeholder di Aceh,"katanya.

Mengenai penertiban galian C di Aceh, kata dia, dari penyampaian pihak Polda Aceh bahwa sejauh ini mereka telah banyak melakukan upaya-upaya penindakan pertambangan yang bermasalah.

Terkait persoalan perizinan pertambangan, kata Asisten Ombudsman Perwakilan Aceh, Ilyas Isti menyarankan agar pemerintah melahirkan regulasi baru tentang perizinan pertambangan.

"Hal itu merupakan bagian dari upaya peningkatan status surat edaran Gubernur Aceh tentang izin usaha pertambangan yang telah dikeluarkan, sehingga pengawasan berjalan optimal,"kata Ilyas Isti.

Hal senada juga diutarakan Aspidum Kejati Aceh, regulasi khusus yang mengatur tata kelola pertambangan mineral dan batubara maupun galian C dirasa perlu untuk segera dirumuskan oleh pemerintah.

"Karena itu, kita melihat sudah waktunya pemerintah Aceh baik eksekutif dan legislatif segera merancang qanun tentang perizinan pertambangan,"tambah Hayatuddin.

Tidak hanya itu, lanjut Hayatuddin, Aspidum Kejati Aceh dan beberapa peserta juga menyarankan agar Pemerintah Aceh dalam hal ini dinas ESDM Aceh harus segera membentuk Tim Satuan Petugas (Satgas) Terpadu untuk pengawasan pertambangan.

Satgas ini dinilai merupakan solusi terakhir dalam rangka mengawasi mulai dari proses perizinan dan aktivitas yang berhubungan dengan tambang di Aceh.

"Kita harapkan, langkah untuk membentuk Tim Satgas ini segera ditindaklanjuti oleh Dinas ESDM Aceh," harap Hayatuddin.()

Komentar

Loading...