Gedung Putih Nyatakan Perang terhadap Penyelidikan Pemakzulan Trump

Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo/Carolyn Kaster)

Washington - Gedung Putih menyatakan perang terhadap penyelidikan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gedung Putih menyebut proses pemakzulan itu partisan, tidak sah dan tidak konstitusional serta menegaskan bahwa presiden dan pemerintahannya tidak akan bekerja sama.

Penolakan untuk bekerja sama dalam penyelidikan pemakzulan Trump itu disampaikan Gedung Putih dalam surat setebal delapan halaman. Dalam surat itu, Gedung Putih mengkritik Ketua DPR Nancy Pelosi dan kepala tiga panel kongres yang memimpin penyelidikan pemakzulan ini. Gedung Putih menantang mereka untuk melanjutkan upaya pemakzulan Trump meski tanpa adanya kerjasama di masa mendatang.

"Sederhananya, Anda berusaha untuk membalikkan hasil pemilu 2016 dan mencabut rakyat Amerika dari presiden yang telah mereka pilih secara bebas," tulis penasihat Gedung Putih, Pat Cipollone dalam surat tersebut.

"Penyelidikan Anda tidak memiliki dasar konstitusi yang sah, kepura-puraan keadilan, atau bahkan perlindungan proses yang paling dasar," kata Cipollone tentang penyelidikan, yang mengkaji apakah Trump menyalahgunakan jabatannya dengan menyerukan penyelidikan dugaan korupsi di Ukraina terhadap saingannya, Joe Biden.

"Presiden Trump tidak dapat mengizinkan pemerintahannya untuk berpartisipasi dalam penyelidikan partisan ini dalam keadaan ini," imbuhnya.

Pelosi pun merespons dengan menyebut surat Gedung Putih itu "jelas-jelas salah" dan menggambarkannya sebagai "upaya melanggar hukum lainnya untuk menyembunyikan fakta."

"Pak Presiden, Anda tidak di atas hukum. Anda akan bertanggung jawab," tegasnya.

Pengumuman dimulainya penyelidikan pemakzulan disampaikan Pelosi setelah muncul laporan bahwa Trump menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk menyelidiki kandidat capres Demokrat, Joe Biden dan putranya, Hunter, yang pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran gas di Ukraina. Tekanan itu disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan Zelenskiy pada 25 Juli lalu.

Pelosi menyebut tindakan Trump itu membahayakan keamanan nasional dan melanggar Konstitusi AS. Penyelidikan perlu dilakukan untuk mencari tahu apakah Trump benar-benar meminta bantuan Ukraina untuk memfitnah Biden, yang akan berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pemilihan presiden tahun 2020 mendatang.

Komentar

Loading...