Sampan Terbalik, Seorang Balita Hilang di Sungai

Ilustrasi Tenggelam (istockphoto)
Idi - Tim Basarnas mencari seorang balita yang tenggelam bernama Reihan (3), warga Gampong Lueng Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Senin (7/10/2019) malam.

Reihan diketahui tenggelam di kawasan sungai gampong setempat saat sampan yang ditumpangi bersama keluarganya terbalik di tengah sungai.

Kakansar Banda Aceh, Budiono mengatakan, pencarian itu dilakukan setelah pihaknya menerima informasi tentang sampan yang terbalik di sungai karena dihantam angin.

Petugas pun ke lokasi dan mengerahkan perahu karet serta alat selam untuk melakukan evakuasi, namun hingga subuh tadi korban belum juga ditemukan.

"Pencarian kembali dilanjutkan hari ini sejak pagi tadi, jika memungkinkan (kondisi arus serta jarak pandang baik) akan dilakukan penyelaman untuk mencari korban," ujarnya Selasa (8/10/2019).

Peristiwa terbaliknya sampan itu terjadi magrib kemarin saat satu keluarga pergi menyeberang menggunakan sampan dayung menuju tambak udang.

Di tengah sungai, sampan dihantam angin kencang hingga sampan terbalik. Dua orang selamat dan seorang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia serta Reihan yang masih terus dicari.

"Keluarga ini menyeberang ke tambak udang untuk panen udang. Saat kembali posisi masih di tengah sungai, tiba-tiba hujan dan angin kencang menghantam sampan dan semua penumpang terbalik ke sungai," ungkapnya.

Kini petugas masih terus mencari Reihan. Sementara korban yang meninggal dunia seorang pelajar bernama Mery Zulsentia (8) yang tak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit.

Korban terbalik sampan lainnya yang selamat yakni Zulramli (51), Wiraswasta dan Cut Mutia (39), PNS yang merupakan orang tua korban serta seorang anak berstatus pelajar bernama Novi Zulsentia (10).

Komentar

Loading...