Prestasi MTQ Menurun, Sejumlah Elemen Minta Evaluasi Kinerja Kadis SI

Peserta MTQ Aceh

Langsa, Aceh Bisnis - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 34 tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Kabupaten Pidie pada Jum'at (27/9/2019) telah usai.

Kafilah Kota Langsa menempati posisi ke 13 dengan jumlah 11 poin, namun prestasi ini jauh sangat menurun jika dibandingkan dengan prestasi pada MTQ sebelumnya yang berhasil memperoleh posisi ke 7.

Atas dasar itu, LSM Barisan Muda Kota Langsa Tarmizi, S. Sos. I meminta Walikota Langsa untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Syariat Islam Drs. H. Ibrahim Latif, MM kususnya mengenai pembinaan MTQ.

"Ini perlu perhatian kusus dari para pemangku kebijakan, seharusnya prestasi kita meningkat, bukan malah menurun," tandas Tarmizi kepada Aceh Bisnis, Minggu (29/9/2019) siang.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini harus dilakukan evaluasi pelaksanaan MTQ, sehingga dapat diketahui dimana letak kelemahan dan kekurangannya serta mencari solusi untuk menghadapi MTQ pada tahun berikutnya.

"Harus dievaluasi segera, jadi publik tau dimana letak kelemahannya,"katanya.

Tarmizi juga meminta agar Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan IPQAH yang ada di Kota Langsa harus lebih aktif lagi dalam membina generasi qur'ani.

"Pembinaannya harus lebih ditingkatkan, sehingga kedepan kita benar-benar siap dan mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota Langsa lainnya,"tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Rabithah Alumni Dayah Darul Huda (RADAD) Kota Langsa Muhammaddar, M. Pem. I, dirinya meminta Walikota Langsa agar mengevaluasi pelaksanaan MTQ yang dikelola oleh Dinas Syariat Islam.

"Harus dievaluasi secara kaffah terkait turunnya prestasi MTQ ini,"katanya.

Muhammaddar juga menyoroti komentar Kadis Syariat Islam Kota Langsa yang beredar di media sosial tepatnya lewat WA group yang menyatakan bahwa "kita harus puas diurutan ke 13 dari 23 Kab/Kota".

Menurutnya tidak ada kata puas dalam sebuah kekalahan atas dasar dan alasan apapun.
Dalam islam, orang yang hari ini sama dengan hari kamarin, itu termasuk dalam golongan orang yang rugi.

"Apalagi prestasi hari ini lebih buruk dari prestasi sebelumnya, maka itu termasuk kedalam golongan orang celaka,"jelas alumni S2 Sosial Politik Islam ini.

Dirinya berharap harus ada sinergisitas semua pihak yang memiliki kompetensi terhadap pengembangan MTQ.()

Komentar

Loading...