Soal Ramai Nyesel Pilih Jokowi, Pandji Pragiwaksono Singgung Fanatisme

Foto: Rengga Sancaya/detik.com

Jakarta - Pandji Pragiwaksono memberikan respons soal ramai warganet 'menyesal milih Jokowi' di channel YouTube miliknya. Bagi sang komika, mereka yang seperti itu masih puber politik.

Pandji pun kemudian memberikan pandangannya untuk orang-orang yang mau paham akan politik dan juga para pendukung Jokowi. Ia menyinggung soal tak selalu Joko Widodo melakukan hal yang benar.

"Video ini gue bikin buat orang paham akan politik. Memilih seseorang tidak membuat lo buta terhadap kesalahan-kesalahan dia. Ini ditujukan spesifik terhadap pendukung-pendukung Pak Jokowi yang ngelihat orang mengkritik Jokowi sebagai serangan. Yang dibenak lo apa, orang ini selalu benar? Tidak mungkin," ujarnya dalam video.

"Kalau kita pikir-pikir, apakah ada orang selalu benar? Kan tidak mungkin. Jadi ketika salah, kita kritik, ketika benar, kita puji," lanjutnya.

Pandji Pragiwaksono juga mengingatkan soal fanatisme. Menurutnya, sangat tidak dianjurkan untuk ngefans dengan seorang politisi.

"Makanya gue pernah bilang ngefans tuh boleh, tapi tidak kepada politisi. Ngefans ke politisi ya jangan, fanatik kepada politisi ya jangan. Ngefans ke penyanyi, aktor, penulis, sutradara, stand up comedian mungkin. Suka dan kagumi boleh sama politisi. Ngefans itu lho kan fanatik," tuturnya.

Sutradara film 'Partikelir' itu sempat banyak mendapat mention soal 'menyesal milih Jokowi'. Ia mengaku tak menyesal telah memilih bapak tiga anak tersebut sebagai presiden, tapi dirinya kecewa dengan jalan yang diambil Joko Widodo saat ini.

Komentar

Loading...