300 Siswa Korban Kekerasan Seksual di Sekolah Nigeria yang Diselamatkan

Foto: Siswa korban pelecehan seksual di Nigeria (AFP)

Kaduna - Polisi berhasil membebaskan 300 siswa yang jadi korban kekerasan di sebuah sekolah asrama Islam (boarding school) di Nigeria, Kaduna. Ratusan siswa yang ada di sekolah itu disebutkan dalam kondisi kaki terikat rantai besi.

Dilansir AFP, Jumat (23/9/2019), polisi menggerebek sebuah gedung di kawasan Kaduna pada Kamis (22/9). Saat penggerebekan, polisi mengatakan para korban dalam kondisi sangat tidak manusiawi.

"Kami menemukan sekitar 100 siswa dalam keadaan diikat rantai di sebuah ruangan kecil. Di antara mereka ada yang masih berusia 9 tahun. Mereka dikurung di sana dengan alasan untuk belajar dan menjadikan mereka orang yang bertanggung jawab," kata juru bicara kepolisian negara Kaduna Yakubu Sabo.

Sekolah tersebut disebutkan telah beroperasi selama 10 tahun. Para siswa yang masuk ke sekolah itu kebanyakan sengaja didaftarkan orang tua untuk mendalami Alquran dan direhabilitasi dari penyalahgunaan narkoba serta penyakit lainnya.

Pemilik sekolah dan enam staf pun ditangkap dalam penggerebekan itu. Para siswa yang berhasil diselamatkan kebanyakan memiliki bekas luka di punggung dan mengamalami cedera serius.

"Mereka mengalami kekerasan seksual. Di antara mereka mengaku disodomi oleh para guru," ujar Sabo.

Penggerebekan ini berawal dari informasi yang diterima polisi dari warga sekitar. Banyak warga yang curiga dengan aktivitas di dalam sekolah.

Personel kepolisian pun menemukan 'ruang penyiksaan' di dalam sekolah. Di dalam ruangan itu, para siswa dirantai, digantung, dan dipukuli.

Komentar

Loading...