Trump Terancam Dimakzulkan, RI Diuntungkan

Donald Trump telah mengancam penutupan sangat lama terhadap pemerintah AS apabila pendanaan untuk pembangunan tembok perbatasan tidak direstui. (AP File)

Jakarta - Isu pemakzulan alias impeachment kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata bisa menguntungkan Indonesia. Keuntungan itu terjadi karena memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution isu ini bisa menggerus kepercayaan dunia terhadap AS yang menjadi negara safe haven alias negara yang aman untuk investasi.

"Kalau dia mau impeachment, baru mau, belum tentu terjadi sih, itu positifnya buat kita lebih banyak daripada negatifnya. Negara maju seperti AS selalu dianggap sebagai safe haven kalau dia masalah, kita ada untungnya," kata Darmin di kantornya, Jumat (27/9/2019).

Menurut Darmin tergerusnya kepercayaan global bisa membuat investasi ke AS berlarian ke negara yang lebih aman. Saat ditanya apakah bisa masuk ke Indonesia, Darmin mengamini hal tersebut. "Ya itu dia," katanya singkat.

Selain itu, Darmin menilai ekonomi di AS pun sudah mendekati resesi. Menurutnya, itu terbukti dari tingkat suku bunga jangka pendek yang hampir sama nilainya dengan suku bunga jangka panjang.

"Di AS sendiri tingkat bunga jangka pendek itu sama atau bahkan mendekati dan lebih tinggi dari yang jangka panjang, itu indikator resesi ekonomi," jelas Darmin.

Ujungnya, AS akan menurunkan tingkat suku bunganya untuk menarik investor masuk. Dari situ, Indonesia jadi punya kesempatan ikut menurunkan suku bunga.

"Akibatnya apa? Dia menurunkan tingkat bunga, pelonggaran supaya orang investasi. Karena dia turunkan tingkat bunga, kita juga punya kesempatan turunkan tingkat bunga," papar Darmin.

Sebelumnya, Ketua HOR (House of Representative) atau DPR-nya AS, Nancy Pelosi, dari Partai Demokrat mengumumkan dimulainya penyelidikan resmi oleh DPR untuk nantinya menentukan apakah Trump seharusnya dimakzulkan dari jabatannya sebagai Presiden AS.

Pengumuman ini disampaikan Pelosi setelah muncul laporan bahwa Trump menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk menyelidiki kandidat capres Demokrat, Joe Biden dan putranya, Hunter, yang pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran gas di Ukraina.

Tekanan itu disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan Zelenskiy pada 25 Juli lalu.

Komentar

Loading...