Pemerintah Aceh Komit Tingkatkan Proporsi Energi Baru Terbarukan

Foto: Aceh Bisnis

Banda Aceh - Pemerintah Aceh berkomitmen untuk meningkatkan proporsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan energi di Provinsi itu.

Selain untuk mencukupi kebutuhan energi, hal itu dilakukan untuk mendukung program unggulan Aceh Hebat lainnya, yaitu Aceh Green.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menjadi Keynote Speaker Forum Grup Diskusi terkait Optimalisasi Energi Untuk Aceh yang digelar Center for Energy and Innovation Technology Studies (Cenits) bersama Ikatan Alumni ITS Provinsi Aceh, Jumat (27/09)

Untuk itu, kata Nova, pihaknya berkomitmen pada tahun 2022, ketersediaan energi yang bersumber dari energi baru terbarukan di Aceh mencapai 12,25 persen.

Ia juga mengatakan, pemerintah bersama dewan di DPR Aceh tengah merampungkan Rancangan Qanun Aceh tentang Rencana Umum Energi Aceh (RUEA). "Qanun ini, nantinya akan menjadi payung hukum untuk melakukan optimalisasi energi di Aceh,"jelasnya.

Lebih lanjut, Nova mengatakan, Qanun RUEA mengamanatkan pengelolaan energi di Aceh, dengan sistem pengelolaan yang bersih dan terbarukan. Sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan melalui prioritas pengembangan potensi sumber EBT untuk merealisasikan komitmen Aceh dalam pembangunan yang ramah lingkungan.

Selain itu, tambah dia, Pemerintah Aceh terus mendorong efisiensi dalam pemanfaatan energi melalui pelaksanaan konservasi energi. "Pemerintah juga menuntut partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya energi, dalam rangka mencapai kemandirian energi,"ungkap Nova.

Apalagi, sebut dia, Aceh sangat kaya dengan sumber daya potensi energi baru terbarukan, seperti sumber daya air, matahari, angin, panas bumi, dan biomassa.

"Pemerintah Aceh telah melakukan beberapa inisiatif terkait upaya optimalisasi potensi energi di Aceh," kata Plt Gubernur Aceh ini.

Selain itu, ungkap Nova, pembangunan infrastruktur pembangkit listrik skala kecil dan skala besar terus dilakukan di Provinsi paling ujung barat Indonesia tersebut.

Nova menyebutkan, untuk dapat mengoptimalkan pengembangan potensi energi tersebut, pemerintah sangat membutuhkan sinergi dengan semua pihak.

"Kepada rekan-rekan Alumni ITS, kami mengharapkan kontribusinya untuk dapat turut serta dalam mendukung pengembangan energi di Aceh,"pungkas Nova.(adv)

Komentar

Loading...