Komunitas Gerakan Berbagi Nasi Tamiang, Rutin di Hari Jumat

Komunitas Berbagi Nasi Tamiang, Jumat, (27/9/2019)

Aceh Tamiang, AcehBisnis - Gerakan berbagi kian marak tumbuh di berbagai daerah. Meski nama dan fokusnya mungkin berbeda, tapi konsepnya sama, saling berbagi. Begitu juga di Aceh Tamiang, berbagi nasi kepada sesama mulai giat dilakukan oleh Komunitas Berbagi Nasi Tamiang sejak November 2018.

Sesuai namanya, Komunitas Berbagi Nasi Tamiang memilih nasi sebagai sarana saling berbagi. Komunitas ini rutin membagikan nasi pada Hari Jumat di setiap pekannya,”tutur Ketua Komunitas Bernas Tamiang, Zuwan, kepada AcehBisnis, Jumat, (27/9/2019).

Menurut Dia, berawal ide tersebut muncul dari gerakan mereplikasi gerakan serupa yang telah ada di daerah-daerah lain. “ dasar dari itu, bersama dengan beberapa teman lantas mencoba membuat gerakan berbagi nasi di wilayah Aceh Tamiang,”kata Zuwan seraya mengatakan gerakan ini, ide dari luar. Dengan semangat yang sama, kemudian mencobanya mereplikasi ide tersebut sesuai dengan konsep yang miliki komunita Bernas Tamiang.

Pria 35 tahun yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, menjelaskan, komunitasnya memiliki Konsep donasi dan penentuan segmentasi penerima manfaat gerakan berbagi nasi. “ diawal gerakan ini di Aceh Tamiang, komunitasnya hanya menerima donasi berbentuk nasi bungkus,”ujarnya.

Namun, lanjutnya, karena banyak donatur yang tidak bisa mengirimkan donasi berbentuk nasi bungkus, lantas komunitas Berbagi Nasi Tamiang menyediakan rekening bank. Donasi yang masuk, kemudian dikonversi, dibelikan nasi bungkus untuk disampaikan kepada sesama masyarakat. “Alhamdulillah, jumlah donasi yang masuk selalu melebihi ekspektasi kami,”terangnya.

Dikatakannya, penyaluran nasi bungkus yang dilakukan komunitas yang terdiri dari muda-mudi menyebar di beberapa tempat dan waktu, yakni di seputaran Jl. Ir. Juanda, Pasar Pagi Kota Kualasimpang, rumah sakit, serta panti/lembaga yang mengelola anak yatim.

Sementara waktu penyaluran dibagi menjadi tiga waktu, yakni nasi sarapan di pagi hari, berbagi nasi siang, serta malam hari. Namun, sebut Zuwan, lokasi dan titik penyaluran nasi bungkus bisa berubah sesuai kesepakatan. “ Ini dilakukan untuk melebarkan ruang berbagi serta sebaran manfaatnya,”ujar Zuwan.

Saat ini, Komunitas Bernas Tamiang setiap pekannya mampu menyalurkan berkisar 300 hingga 400 bungkus nasi. “ ini semua tidak terlepas dari dukungan para donatur dan relawan yang ada,”timpal Zuwan.

Menyinggung soal operasional komunitas, Zuwan mengatakan, terkait biaya yang dikeluarkan untuk menyalurkan nasi kepada para penerima diperoleh dari swadaya komunitasnya. “ Uang hasil donasi para donatur tak pernah sedikit pun digunakan untuk selain membeli nasi bungkus,”tegasnya.

Gerakan berbagi nasi ini adalah gerakan yang mengajak sesama untuk saling menebar manfaat. Ini gerakan kolosal. Ada yang ikut menyebarkannya di media sosial, ada yang mendoakan, ada donatur yang ikhlas mendonasikan sebagian hartanya, ada relawan yang bersukacita menyalurkannya, ada juga donatur yang sukarela meminjamkan kendaraannya untuk sarana transportasi penyalurannya,”pungkas Zuwan.()

Komentar

Loading...