Akibat Kabut Asap, Konsumsi BBM Turun dan Elpiji Meningkat

Foto: Istimewa

Pekanbaru, Aceh Bisnis – Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau menurun pasca Provinsi itu diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah di Tanah Air.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo mengatakan, selama Riau diselimuti asap, aktivitas masyarakat menjadi menurun. Sekolah harus diliburkan dan ancaman kesehatan yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Hal ini yang menyebabkan warga mengurangi berkendara di Provinsi itu, sehingga konsumsi BBM menurun 10 hingga 15 persen di Riau,"kata Roby Hervindo, Selasa (24/9/2019)

Sementara untuk konsumsi elpiji 3 kilogram di Riau meningkat, meskipun demikian pasokan elpiji mencukupi kebutuhan masyarakat di Provinsi itu.

"Rata-rata penyaluran elpiji 3 kg di Riau sekitar 141 ribu tabung per hari. Jumlah ini meningkat dibanding rata-rata penyaluran pada Agustus sebanyak 117 ribu tabung per hari,"jelas Roby.

Untuk elpiji, kata dia, penerimaan pasokan melalui kapal di jetty VI kilang Dumai dan jetty supply point Patradok Dumai berjalan sesuai jadwal. Namun demi keselamatan, proses lepas dan sandar dilakukan pada siang hari.

Bahkan, sebut Roby, pengiriman elpiji ke 13 SPPBE di wilayah Riau yang menggunakan mobil tangki skid tank, terdampak terbatasnya jarak pandang. Akibatnya, kecepatan skid tank pun harus diturunkan dari rata-rata. Kondisi ini diantisipasi dengan pengiriman lebih dari satu ritase di beberapa SPPBE.

"Walau asap menimbulkan kendala dalam operasional, namun tidak mengganggu kelancaran pasokan. BBM, elpiji dan avtur tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,"pungkas Roby.

Komentar

Loading...